Selasa, 09/06/2026 22:26 WIB

Imbas Konflik Timteng, Biaya Bahan Bakar Maskapai AS Melonjak 78 Persen





Maskapai AS terpaksa merogoh kocek hingga hampir 6,5 miliar dolar AS untuk biaya bahan bakar pada April, melonjak 78 persen secara tahunan

Ilustrasi - Pesawat Saudia Airlines (Foto: Arab News)

Jakarta, Jurnas.com - Maskapai penerbangan Amerika Serikat (AS) terpaksa merogoh kocek hingga hampir 6,5 miliar dolar AS untuk biaya bahan bakar pada April, melonjak 78 persen secara tahunan (year on year).

Biro Statistik Transportasi (BTS) AS melaporkan lonjakan tajam biaya avtur ini dipicu oleh rambatan konflik di Timur Tengah yang kini telah melampaui 100 hari.

Melansir Antara, laporan terbaru BTS menunjukkan bahwa harga bahan bakar jet per galon pada April mencapai 4,11 dolar AS, naik 94 sen dibandingkan pada Maret dan meningkat 1,81 dolar AS dari tahun sebelumnya.

Laporan yang dirilis Asosiasi Transportasi Udara Internasional (International Air Transport Association/IATA) pada Minggu (7/6) menyebutkan bahwa organisasi tersebut memperkirakan maskapai-maskapai hanya akan membukukan laba bersih gabungan sebesar 23 miliar dolar AS tahun ini, lebih rendah 18 miliar dolar AS dibandingkan proyeksi sebelumnya.

IATA, yang mewakili lebih dari 370 maskapai penerbangan di Amerika Serikat dan berbagai negara lainnya, memperkirakan laba bersih per penumpang akan turun dari 9,10 dolar AS pada 2025 menjadi 4,50 dolar AS tahun ini.

Direktur Jenderal IATA Willie Walsh mengatakan dalam laporan itu bahwa konflik Iran dan kenaikan biaya bahan bakar telah "mengubah prospek maskapai-maskapai menjadi lebih buruk."

Akibat tingginya biaya bahan bakar, Spirit Airlines, maskapai berbiaya sangat rendah asal AS, menghentikan operasionalnya pada awal Mei setelah dua kali mengajukan perlindungan kebangkrutan dalam dua tahun terakhir.

KEYWORD :

Perang Iran Biaya Penerbangan Maskapai AS Biaya Bahan Bakar




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :