Kelompok ISIS
JAKARTA, Jurnas.com - Ekstremis Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) membunuh tiga pejuang yang setia kepada pemerintah Damaskus dalam serangan di gurun Suriah pada hari Selasa (15/8).
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, anggota ISIS menyerang depot amunisi di daerah Palmyra di timur provinsi Homs.
"Tiga pejuang pro-rezim tewas dan delapan lainnya luka-luka, beberapa dalam kondisi kritis," kata monitor yang berbasis di Inggris, yang memiliki jaringan sumber di dalam Suriah.
"Serangan itu terjadi di tengah eskalasi operasi ISIS yang cukup besar terhadap pasukan rezim di gurun Suriah, yang dikenal sebagai Badia," tambah Observatorium.
Meskipun kehilangan wilayah terakhir mereka di Suriah pada tahun 2019, ISIS mempertahankan tempat persembunyian di gurun Suriah yang luas tempat mereka melakukan penyergapan dan serangan tabrak lari.
Kelompok ekstremis, yang mengumumkan pemimpin baru awal bulan ini, disalahkan atas serangkaian serangan mematikan terhadap loyalis pemerintah dalam beberapa pekan terakhir.
Pada hari Kamis, 33 tentara Suriah tewas ketika ISIS menyergap bus mereka di gurun dekat Mayadeen, di provinsi Deir Ezzor, kata Observatorium, menyebutnya sebagai serangan paling mematikan terhadap pasukan pemerintah tahun ini.
Beberapa hari sebelumnya, 10 loyalis tewas dalam serangan ISIS di provinsi Raqa, bekas kubu ekstrimis di Suriah, Observatorium melaporkan pada saat itu.
Juga bulan ini, para ekstremis menyerang konvoi kapal tanker minyak yang dijaga oleh tentara di gurun Suriah, menewaskan tujuh orang termasuk dua warga sipil.
Pada 3 Agustus, ISIS mengumumkan kematian pemimpinnya dan menunjuk penggantinya -- pemimpin kelima kelompok itu -- sebagai Abu Hafs al-Hashimi al-Qurashi.
Observatorium mengatakan peningkatan serangan adalah upaya ISIS untuk menunjukkan bahwa mereka “masih aktif dan kuat meskipun para pemimpinnya menjadi sasaran.”
Perang Suriah pecah setelah pemerintah Presiden Bashar al-Assad menghancurkan protes damai pro-demokrasi pada tahun 2011. Sejak saat itu, perang tersebut menarik kekuatan asing dan ekstremis global.
Konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 500.000 orang dan mendorong separuh populasi sebelum perang di negara itu meninggalkan rumah mereka.
Sumber: AFP/Al Arabiya
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Ekstremis ISIS Damaskus Teroris Gurun Suriah
























