Penyerang Paris Saint-Germain, Ousmane Dembele berselebrasi usai membobol gawang Arsenal di Final Liga Champions pada Sabtu (30/5) malam (Foto: PSG)
Jakarta, Jurnas.com - Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mencetak sejarah setelah menjadi juara Liga Champions yang keduanya setelah musim lalu juga menjuarai kompetisi elite Eropa ini.
Les Parisiens menjadi juara setelah menang adu penalti 4-3 melawan debutan final, Arsenal, setelah selama 120 menit imbang 1-1 pada final di Puskas Arena, Budapest, Hungaris, pada Sabtu (30/5) malam WIB.
PSG menjuarai Liga Champions secara back to back untuk menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa.
Arsenal unggul cepat ketika laga baru berjalan lima menit. Berawal dari sapuan Marquinhos yang membentur Leandro Trossard, bola jatuh ke kaki Kai Havertz.
Havertz melakukan solo run ke dalam kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang gagal dihalau Matvey Safonov.
Tertinggal 0-1, PSG langsung mengambil alih permainan. Fabian Ruiz mendapat peluang pada menit ke-13 setelah menerima umpan dari Desire Doue, tetapi sepakannya melenceng dari sasaran.
Arsenal nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-26 melalui umpan silang Bukayo Saka yang mengarah kepada Leandro Trossard. Namun, Safonov sigap keluar dari sarangnya untuk memotong aliran bola.
PSG terus menggempur pertahanan Arsenal sepanjang babak pertama. Ousmane Dembele melepaskan tembakan keras pada menit ke-37, yang berhasil diblok Gabriel Magalhaes.
Beberapa percobaan Dembele, Desire Doue, dan Fabian Ruiz di penghujung babak pertama juga tak mampu menembus gawang David Raya.
Pada babak kedua, PSG tampil semakin agresif. Achraf Hakimi mengancam lewat tendangan bebas pada menit ke-55 yang dimentahkan oleh Raya.
Momentum kebangkitan PSG tercipta pada menit ke-62 ketika Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di kotak penalti saat menyambut umpan Dembele.
Wasit menunjuk titik putih setelah mendapat konfirmasi dari VAR. Dembele yang dipercaya menjadi eksekutor menjalankan tugas dengan sempurna.
Peraih Ballon d`Or 2025 itu menendang bola sudut kiri bawah gawang yang gagal dibaca Raya dan membuat skor berubah 1-1 pada menit ke-64.
Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri PSG. Vitinha mencoba peruntungan lewat sepakan jarak jauh pada menit ke-73.
Sementara Kvaratskhelia hampir membawa PSG unggul pada menit ke-77 andaikan tembakannya tak membentur tiang.
Arsenal merespons dengan memasukkan Jurrien Timber, Viktor Gyokeres, Gabriel Martinelli, dan Noni Madueke. Meski begitu, kedua tim tetap gagal menambah gol hingga waktu normal berakhir.
Babak tambahan waktu berlangsung ketat dengan peluang terbatas. Raya beberapa kali sigap meredam serangan PSG, sedangkan Arsenal hampir mencetak gol kemenangan melalui tembakan Jurrien Timber dari sudut sempit yang melebar dari gawang.
Karena skor tetap 1-1 selama 120 menit, juara Liga Champions harus ditentukan melalui adu penalti.
PSG tampil lebih tenang dalam babak tos-tosan. Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo sukses menjalankan tugasnya, sementara Nuno Mendes gagal mencetak gol.
Dari Arsenal, Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli berhasil mencetak gol.
Namun, tendangan Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal mengarah ke gawang.
Kegagalan Gabriel sebagai penendang terakhir memastikan kemenangan PSG 4-3 yang membawa Les Parisiens mempertahankan gelar Liga Champions.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Paris Saint-Germain Arsenal FC PSG vs Arsenal Juara Liga Champions






















