Minggu, 31/05/2026 14:49 WIB

MSF Sebut Wabah Ebola di RD Kongo Sangat Mengkhawatirkan





Perkembangan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo(DRC) sangat mengkhawatirkan

Arsip foto - Pekerja Palang Merah membersihkan ambulans sebelum mengangkut korban Ebola ke rumah sakit di Mubende (Luke Dray/Getty Images)

Jakarta, Jurnas.com - Perkembangan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo(DRC) sangat mengkhawatirkan, kata Wakil Direktur operasi Medecins Sans Frontieres (Doctors Without Borders), Alan Gonzalez pada Sabtu (30/5).

"Dua pekan menyusul pengumuman wabah penyakit Ebola di Provinsi Ituri, situasinya sangat mengkhawatirkan dan menjadi sumber kecemasan yang nyata bagi masyarakat dan petugas kesehatan garis depan," katanya melalui pernyataan.

Menurutnya, kecepatan penyebaran Ebola belum pernah terjadi sebelumnya, dan mereka yang berada di lapangan tidak mampu mengimbangi hal tersebut.

Dugaan kasus Ebola baru ditemukan setiap hari, tetapi proses pemeriksaan yang lamban menghambat hasil diagnosis tepat waktu. Kapasitas pemeriksaan harus segera ditingkatkan agar situasi tersebut, setidaknya dapat dikendalikan sebagian, katanya.

Pernyataan itu disampaikan saat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus saat melakukan kunjungan tingkat tinggi ke Ituri.

WHO telah menyatakan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Menurutnya, lebih dari 900 kasus suspek Ebola dilaporkan di Republik Demokratik Kongo, termasuk 223 kematian yang diduga akibat penyakit tersebut.

Wabah Ebola sebelumnya di DRC berakhir pada Oktober 2025.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

KEYWORD :

Virus Ebola Negara Afrika Republik Demokratik Kongo




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :