Jum'at, 17/04/2026 13:08 WIB

Data Produksi Beras Surplus Tiga Juta Ton





SYL, sapaan Syahrul menjelaskan bahwa berdasarkan data BPS, dalam tiga bulan ke depan (Januari, Februari, dan Maret) total luasan panen mencapai 3.488.000 hektare atau setara dengan 10,6 juta ton beras.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat menyampaikan keterangan kepada media Agricultre War Room, Ditjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa 31 Januari 2023. (Foto: Humas Kementan).

JAKARTA, Jurnas.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo membantah produksi beras tahun ini mengalami penurunan. Pasalnya, bedasarkan data, produksi beras tahun ini justru mengalami peningkatan.

Hal itu disampaikan setelah melakukan singkronisasi data beras dari Badan Pusat Statistik (BPS), Sistem Informasi Standing Crop (SISCrop), dan data dari Dinas Pertanin Provinsi dan Kabupaten/Kota, Jakarta, Selasa (31/1).

"Hari ini saya dapat dari tiga sumber bahwa produktivitas kita meningkat. Jadi, kalau ada orang yang tidak percaya data, saya kira orang ini dipertanyakan. Dia bohongi nalarnya karena yang tidak boleh diakrobatik adalah data, apalagi tentang beras," kata Mentan.

SYL, sapaan Mentan Syahrul, menjelaskan bahwa berdasarkan data BPS, dalam tiga bulan ke depan (Januari, Februari, dan Maret) total luasan panen mencapai 3.884.000 hektare atau setara dengan 10,6 juta ton beras.

"Luas panen Indonesia Januari 509 hektare (1.051.000 ton beras), Februari 1.065.000 hektare (3.203.000 ton beras), dan Maret 1.914.000 hektare (5.091.000 ton beras). Sementara konsumsi kita Januari, Februari dan Maret masing-masing 2,5 juta ton," jelas dia.

"Jadi, 10,6 juta ton beras dikurang 7,5 juta ton konsumsi, maka kita masih over stock kurang lebih 3 juta ton. Ini data BPS," sambung dia.

Karena itu, Syahrul berharap dengan data produksi tersebut tidak ada alasan lagi untuk memasukkan beras impor, apalagi di saat-saat petani lagi panen. "Ingat, sampai dengan Maret itu bukan puncak panen. Puncak panen kita Maret, April, dan Mei," kata dia.

Mentan Syahrul kembali menegaskan bahwa ketersediaan beras tahun ini cukup dan sama dengan tiga tahun yang lalu, bahkan stok beras tahun ini merupakan paling besar dibandingkan 77 tahun terakhir.

"Oleh karena itu, buka data. Saya berharap, ya, kita tentu tidak mengatakan kita yang benar dan kita yang salah bahwa ada importasi dan kemudian itu menjadi cadangan. Kita juga tidak boleh terlalu pede bahwa semunya sudah ok. Yang paling penting petani harus saya bela," imbuh dia.

 

Catatan: Mohon maaf ada kesalahan penulisan angka luas panen. Yang benar 3.884.000 hektare bukan 3.488.000 hektare.

KEYWORD :

Stok Beras Syahrul Yasin Limpo Kementerian Pertanian




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :