Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi melantik melantik Bambang Susantono menjadi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, dan Dhony Rahajoe sebagai Wakil Kepala IKN, di Istana Negara, Kamis (10/3).
Jakarta, Jurnas.com - Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Bambang Susantono mengaku pihaknya tidak khawatir dengan mundurnya SoftBank sebagai investor pembangunan IKN Nusantara.
Hal itu disampaikan Bambang usai melakukan pertemuan dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, pada hari ini, Senin (21/3). Bambang meyakini akan satang investor-investor baru.
"Investornya banyak nanti InshaAllah," ucap Bambang kepada wartawan.
Sebelumnya, Representative Director & Chairman SoftBank Corp Ken Miyauchi mengatakan, alasan pihaknya mundur dari pendanaan proyek IKN Nusantara di Kalimantan Timur karena pertimbangan return of investment (ROI) atau tingkat pengembalian investasi.
Hal itu disampaikan Ken menyusul adanya anggapan pembatalan investasi karena adanya kepentingan politik.
"Return of investment adalah alasan utama kami mundur dari proyek yang dimaksud. Dari segi waktu dan besar return investment itu sendiri," ujar Ken melalui keterangan tertulis, Jumat (18/3).
Meski tak jadi berinvestasi, SoftBank tetap mendukung pengembangan perusahaan rintisan mereka di Indonesia.
Adapun pendanaan yang sebelumnya direncanakan untuk proyek pembangunan IKN akan dialihkan ke proyek investasi lainnya di Indonesia.
"Informasi dari founder kami Masayoshi Son, dalam waktu dekat akan ada rencana pengalihan pendanaan proyek pembangunan IKN yang dialihkan ke pendanaan pembangunan tingkat provinsi di Indonesia. Salah satu provinsi yang menjadi target SoftBank berinvestasi adalah Provinsi Sumatera Barat," jelas dia.
Sebagai informasi, SoftBank adalah investor utama di Indonesia. Sahamnya tersebar di berbagai startup, seperti GoTo dan Grab yang berbasis di Singapura.
Perusahaan modal ventura asal Jepang itu pada akhirnya mundur dari pendanaan proyek IKN di Kalimantan Timur. Akibatnya, investasi senilai 100 miliar dolar AS gagal didapat RI.
Mundurnya SoftBank terjadi ketika Presiden RI Joko Widodo sudah menunjuk CEO SoftBank Masayoshi Son sebagai anggota dewan komite pengarah proyek IKN.
Son ditunjuk bersamaan dengan putra mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kepala Otorita IKN Bambang Susantono Nusantara Investor Mundur SoftBank



























