Senin, 20/04/2026 02:13 WIB

Jerman akan Cabut Sebagian Besar Pembatasan COVID-19





Mulai 20 Maret, persyaratan untuk memakai masker tidak akan diwajibkan di tempat-tempat dalam ruangan seperti sekolah dan supermarket tetapi akan tetap wajib di klinik medis dan rumah perawatan.

Kanselir Jerman Olaf Scholz dan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett (Foto: DW)

BERLIN, Jurnas.comJerman akan mencabut sebagian besar pembatasan COVID-19 meskipun infeksi mencapai rekor di negara itu pada Kamis (17/3).

Kanselir Jerman, Olaf Scholz mengatakan setelah pembicaraan dengan para pemimpin dari 16 negara bagian Jerman bahwa rekor hampir 300.000 infeksi dalam satu hari bukanlah kabar baik, tetapi pelonggaran pembatasan dibenarkan mengingat unit perawatan intensif tidak kewalahan.

Mulai 20 Maret, persyaratan untuk memakai masker tidak akan diwajibkan di tempat-tempat dalam ruangan seperti sekolah dan supermarket tetapi akan tetap wajib di klinik medis dan rumah perawatan.

16 negara bagian Jerman akan memiliki kekuatan untuk memberlakukan pembatasan jika mereka mengidentifikasi hotspot di mana infeksi dan rawat inap memuncak.

Parlemen Jerman telah memperdebatkan mandat vaksin tetapi bisa memakan waktu berminggu-minggu sebelum ada pemungutan suara tentang tindakan yang memecah belah.

KEYWORD :

Jerman Pembatasan COVID-19




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :