Minggu, 10/05/2026 15:53 WIB

Jerman Munculkan Kembali Wacana Beli Rudal Tomahawk dari AS





Pemerintah Jerman dilaporkan tengah menghidupkan kembali upaya untuk membeli rudal jelajah Tomahawk dari Amerika Serikat (AS).

Ilustrasi rudal Tomahawk buatan AS (Foto: Reuters)

Berlin, Jurnas.com - Pemerintah Jerman dilaporkan tengah menghidupkan kembali upaya untuk membeli rudal jelajah Tomahawk dari Amerika Serikat (AS).

Menurut laporan Financial Times pada Minggu (10/5), Berlin berharap dapat meyakinkan pemerintahan Trump agar menyetujui penjualan rudal tersebut beserta sistem peluncur darat Typhon miliknya.

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, dikabarkan sedang merencanakan kunjungan ke Washington demi memuluskan proposal pembelian sistem jarak jauh ini, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Proposal tersebut sebenarnya telah diajukan sejak Juli tahun lalu, namun hingga kini pihak Amerika Serikat belum memberikan jawaban resmi. Rencana kunjungan Pistorius sendiri sangat bergantung pada kepastian jadwal pertemuan dengan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.

Langkah Jerman untuk memperkuat pertahanannya ini muncul di tengah kondisi stok persenjataan Pentagon yang sedang terkuras. Pada Februari lalu, Departemen Pertahanan AS telah menandatangani kontrak tujuh tahun dengan Raytheon untuk menggenjot produksi Tomahawk setelah persediaan mereka menipis akibat keterlibatan dalam perang dengan Iran.

Tomahawk merupakan rudal jelajah subsonik segala cuaca yang memiliki jangkauan operasional luar biasa, yakni hingga 1.600 kilometer hingga 2.500 kilometer tergantung pada versinya. Rudal ini dirancang untuk terbang pada ketinggian yang sangat rendah sehingga sulit dideteksi oleh radar musuh.

Dengan dukungan sistem navigasi canggih seperti GPS serta teknologi Terrain Contour Matching (TERCOM), Tomahawk mampu menghantam target strategis dengan tingkat presisi yang sangat tinggi bahkan dalam jarak yang sangat jauh.

Selain kemampuannya dalam hal jangkauan, rudal ini juga dikenal sangat fleksibel karena dapat membawa berbagai jenis hulu ledak, mulai dari hulu ledak konvensional seberat 450 kilogram hingga varian penghancur bunker.

Versi terbaru dari rudal ini, Blok V, dilengkapi dengan kemampuan komunikasi dua arah yang memungkinkan operator untuk mengubah target atau membatalkan misi saat rudal sudah berada di udara.

Integrasi rudal ini dengan sistem peluncur darat Typhon akan memberikan Jerman kemampuan serangan presisi yang lebih lincah, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada platform peluncuran dari kapal laut atau kapal selam.

KEYWORD :

Boris Pistorius Rudal Tomahawk Pertahanan Jerman Hubungan AS dan Jerman




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :