Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (Foto: REUTERS)
Tel Aviv, Jurnas.com - Puluhan warga Israel melakukan aksi protes di Tel Aviv semalam untuk menentang pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan serangan yang terus berlanjut di Lebanon selatan.
Pemilihan umum diperkirakan akan digelar akhir tahun ini, di tengah berkecamuknya perang melawan Iran dan Lebanon, serta ketegangan internal yang melibatkan anggota komunitas Yahudi ultra-Ortodoks yang menolak untuk ikut wajib militer.
"Saya di sini untuk memprotes pemerintah, yang merupakan sebuah bencana. Pemerintah kita berjalan ke arah yang salah. Mereka memberi makan publik dengan berita palsu dan kebohongan, yang kami semua menentangnya," ujar David Alkan, seorang pensiunan berusia 83 tahun, kepada Reuters.
"Saya pikir Iran adalah musuh kita, tetapi bukan musuh yang paling berbahaya. Musuh yang paling berbahaya ada di dalam negeri; mereka yang menolak masuk tentara, tidak bekerja, tidak membayar pajak, menjadi parasit, dan hidup dari pajak penghasilan kami," tambahnya.
Melansir Aljazeera, sebuah video dari lokasi kejadian menunjukkan beberapa pengunjuk rasa membawa papan bertuliskan, "Hentikan genosida", "Lupakan Tujuh Oktober", dan "Bibi Escobar"—sebuah julukan untuk Netanyahu yang disandingkan dengan nama belakang Pablo Escobar, mantan gembong narkoba dan pemimpin kartel asal Kolombia.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Demo Tel Aviv Benyamin Netanyahu Anti Pemerintah




















