Rabu, 06/05/2026 21:32 WIB

Israel Serang Lebanon Selatan dan Timur, Enam Orang Tewas





Serangan udara Israel di Lebanon selatan dan timur telah menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai tiga lainnya

Arsip foto - salah satu desa di Lebanon menjadi target serangan Israel (Foto: AFP)

Beirut, Jurnas.com - Serangan udara Israel di Lebanon selatan dan timur telah menewaskan sedikitnya enam orang dan melukai tiga lainnya, sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita Nasional (NNA) milik pemerintah Lebanon, dalam sebuah pelanggaran terhadap gencatan senjata yang diprakarsai oleh Amerika Serikat bulan lalu.

Sedikitnya empat orang tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel di kota Zellaya, Lebanon timur, lapor NNA pada hari Rabu. Ali Qassem Ahmad, kepala dewan kota Zellaya, beserta tiga anggota keluarganya tewas dalam serangan terhadap rumah mereka di kota Bekaa barat tersebut, kata NNA.

Israel juga melancarkan serangan ke Lebanon selatan menggunakan jet tempur dan pesawat tanpa awak (drone), sementara desa Mayfadoun ditembaki dengan artileri yang mengakibatkan dua kematian, menurut NNA.

Kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, menyatakan telah terlibat kontak senjata dengan pasukan Israel, serta mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang menargetkan kumpulan tentara Israel.

Melaporkan dari Beirut, Rory Challands dari Al Jazeera mengatakan serangan udara Israel menghantam sebagian distrik Tyre, sementara kelompok bersenjata Lebanon Hizbullah membalas serangan Israel di beberapa wilayah di Lebanon selatan.

Israel kemudian mengeluarkan perintah pengungsian paksa untuk 12 desa di Lebanon selatan, memperingatkan penduduk untuk tetap berada setidaknya satu kilometer dari rumah mereka. Sebagian besar desa yang terdampak berada di utara Sungai Litani—wilayah yang saat ini tidak berada di bawah pendudukan militer Israel. Israel menyatakan bahwa pihaknya menanggapi pelanggaran gencatan senjata oleh Hizbullah, namun tidak memberikan bukti kredibel untuk mendukung klaim tersebut.

Militer Israel terus memperluas operasinya di Lebanon selatan, dengan perintah pengungsian paksa terbaru yang mencakup bagian barat Lembah Bekaa untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 17 April.

Pertempuran antara Israel dan Hizbullah kembali terjadi pada tanggal 2 Maret setelah kelompok yang didukung Iran tersebut menembakkan roket ke tetangga selatannya, menyusul peluncuran perang oleh AS dan Israel terhadap Iran.

Sejak saat itu, serangan Israel di Lebanon telah menewaskan sekitar 2.700 orang dan menyebabkan lebih dari 1,2 juta orang mengungsi. Pasukan Israel telah menghancurkan seluruh desa di Lebanon selatan, memicu perbandingan dengan kehancuran yang disebabkan oleh perang genosida Israel terhadap warga Palestina di Gaza.

Sumber: Aljazeera

KEYWORD :

Serangan Israel Lebanon Israel Benyamin Netanyahu Hizbullah Lebanon




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :