Minggu, 10/05/2026 14:09 WIB

Ini Isi Proposal AS untuk Mengakhiri Perang dengan Iran





Upaya perdamaian terbaru antara Teheran dan Washington bertujuan untuk mencapai nota kesepahaman guna menghentikan perang.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: AP)

Jakarta, Jurnas.com - Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan membuka peluang melanjutkan perundingan damai pekan depan di Islamabad, Pakistan, di tengah memanasnya konflik kawasan yang melibatkan serangan militer, blokade laut, hingga ancaman terhadap jalur energi dunia.

Laporan Wall Street Journal menyebut, kedua negara kini tengah menyusun nota kesepahaman berisi 14 poin sebagai dasar pembicaraan baru untuk menghentikan perang dan meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Menurut Reuters, upaya perdamaian terbaru antara Teheran dan Washington bertujuan untuk mencapai nota kesepahaman guna menghentikan perang dan memulihkan lalu lintas melalui Selat Hormuz sementara kedua pihak menegosiasikan kesepakatan yang lebih luas.

Kerangka kerja yang diusulkan akan berlangsung dalam tiga tahap, yaitu secara resmi mengakhiri perang, menyelesaikan krisis di Selat Hormuz, dan meluncurkan jendela waktu 30 hari untuk negosiasi yang lebih luas.

Media AS juga melaporkan bahwa berdasarkan rencana 14 poin yang diusulkan oleh Washington, Iran akan diwajibkan untuk berjanji tidak mengembangkan senjata nuklir dan menghentikan semua pengayaan uranium setidaknya selama 12 tahun.

Iran juga perlu menyerahkan sekitar 440 kg (970 lb) uranium yang diperkaya hingga 60 persen.

Sebagai imbalannya, AS secara bertahap akan mencabut sanksi, melepaskan aset Iran senilai miliaran dolar yang dibekukan, dan menarik blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Kedua belah pihak juga akan membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 30 hari setelah penandatanganan.

KEYWORD :

Perang Iran Negosiasi Iran Iran Vs AS Akhir Perang Iran




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :