Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: MPR)
Jakarta, Jurnas.com - Seluruh elemen bangsa harus mempersiapkan generasi muda agar mampu menjawab berbagai tantangan untuk mewujudkan Indonesia Emas yang tangguh dan berdaya saing pada 2045.
"Pada 2045, generasi muda akan menjadi tulang punggung bangsa ini untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju, seperti yang dicita-citakan para pendahulu bangsa," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat saat membuka diskusi secara daring bertema Milenial dan Tantangan Ketenagakerjaan dalam Menyambut Bonus Demografi Indonesia, yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (16/2).
Karena itu, ujar Lestari, saat ini kita harus mempersiapkan para generasi muda agar mampu menghadapi tantangan dengan sumber daya yang kita miliki.
Sehingga, tambah Rerie, sapaan akrab Lestari, berbagai upaya harus dilakukan berangkat dari optimalisasi seluruh sumber daya yang dimiliki anak bangsa.
Rerie berpendapat, loncatan teknologi yang terjadi saat ini mengubah pola berperilaku dan komunikasi manusia di era ini.
Sehingga, tambah Rerie, kita tidak boleh mengabaikan perkembangan teknologi yang terjadi ini.
Diakui Rerie, sejak terjadi krisis global, pandemi Covid-19 mengakibatkan meningkatnya angka pengangguran tertinggi di usia produktif.
Berbagai perubahan itu, tambahnya, mendorong kita secara bersama sebagai anak bangsa mempersiapkan generasi milenial agar memiliki kemampuan dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo mengkonfirmasi bahwa pandemi Covid-19 benar berdampak pada kalangan muda.
Hal itu, ujar Anggoro, terungkap pada meningkatnya klaim jaminan hari tua (JHT) pada pekerja milenial yang mengundurkan diri dan terkena PHK di masa pandemi.
Menurut Anggoro, di masa pandemi ini terjadi shifting pasar kerja dari sektor formal ke sektor informal. Para pekerja yang keluar dari sektor formal saat ini, ungkap Anggoro, belum masuk kembali ke sistem perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Co-Head of Delegate Selection Committe dan Delegasi Y20 Indonesia 2021, Putri Anetta Komarudin mengungkapkan pandemi Covid-19 berdampak pada masa transisi kalangan muda yang akan memasuki dunia kerja.
Akibatnya, jelas Putri, sebagian generasi muda masuk ke sektor informal yang kurang mendapat perlindungan. Isu job insecurity ini, jelas Putri, menjadi perhatian dalam penyelenggaraan Y20 mendatang.
Jurnalis senior Saur Hutabarat berpendapat, dunia kerja di masa datang akan ditentukan kesiapan teknologi dari para calon pekerjanya. Ekonomi kreatif dan kantong-kantong kreativitas akan mewarnai lapangan kerja yang tersedia.
Bangsa ini, ujar Saur, memerlukan sistem pendidikan yang menghasilkan generasi yang mampu berpikir jangka panjang dan memiliki imajinasi yang tidak terbatas, untuk menjawab tantangan zaman yang memerlukan banyak kreativitas.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Kinerja MPR Lestari Moerdijat Teknologi Generasi Muda Tantangan






















