Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, Hasrul saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jumat (31/12).
JAKARTA, Jurnas.com - Provinsi DKI Jakarta menyumbang ekspor komoditas pertanian sebanyak 61.200,25 ton atau senilai Rp 906,14 miliar dalam gelaran Gebyar Ekspor Pertanian yang dilakukan serentak di 34 provinsi dengan total 1,3 juta ton atau sekitar Rp 14,4 triliun.
"Ini kegiatan yang spesial karena dilakukan di akhir tahun," kata Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, Hasrul saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jumat (31/12).
Dijelaskan Hasrul bahwa walaupun DKI Jakarta bukan sentra produksi pertanian, namun banyak pelaku usaha atau eksportir hilirisasi produk pertanian.
"DKI Jakarta bukan tempat produksi, tapi DKI banyak tumbuh eksportir atau pelaku usah untuk hilirisasi dan ini kita akan terus kembangkan ke depannya. Kita akan bantu, kita akan kasih bimbingan supaya ke depan makin meningkat," kata dia.
Hasrul mengatakan, ekspor pertanian melalui Pelabuhan Tanjung Priok telah mencapai target 2021, yakni 20 persen dari target awal. Komoditas tersebut terdiri dari sarang burung walet, kapulaga, lada, kakao, dan minyak sawit.
"Nah tahun depan kita juga harus mencapai lebih dari itu lagi karena target kita 35 persen dari angka sekarang. Kalau angka itu bisa kita capai 35 persen itu akan membanggakan kita semuanya dan kami harapkan petani juga ikut merasakan," kata dia.
Hasrul berharap makin banyak pelaku usaha, termasuk petani milenial untuk fokus ekspor di hilirisasi komoditas pertanian. "Ekspor itu sendiri akan bisa berdampak kepada mereka ketika mereka mengubah semua produknya menjadi hilirisasi," tutup dia.
Pramono Ingin MRT Jakarta Tersambung ke Banten
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI, Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan syukur dan bangga DKI Jakarta ikut memberikan kontribusi untuk ekspor komoditas pertanian sebanyak 61.200,25 ton atau senilai Rp 906,14 miliar dalam gelaran Gebyar Ekspor Pertanian.
"Insyaallah ke depan pelabuhan ini akan terus dikembangkan dan ditingkatkan, termasuk jalannya dan transportasinya akan dibuat jalan khusus sehingga proses keluar masuk barang lebih cepat, mudah, dan ini akan meningkatkan ekspor kita ke berbagai negara," ujar dia.
Kementerian Pertanian (Kementan) menutup tahun 2021 dengan menggelar Gebyar Ekspor Pertanian dari 34 provinsi dengan volume mencapai 1,3 juta ton atau senilai Rp 14,4 triliun ke 124 negara, yang berpusat di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Jumat (31/12).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hanya PDB di sektor pertanian yang pertumbuhanya tumbuh positif pada triwulan II 2020 yakni 16,4 persen, sementara sektor lainnya mengalami kontraksi.
Kemudian nilai ekspor pertanian Januari-Desember 2021 sebesar Rp 451,77 triliun naik 15,79 persen dibanding 2019 yang hanya Rp 390,19 triliun.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
DKI Jakarta Gebyar Ekspor Pertanian Karantina Pertanian Tanjung Priok Hasrul





















