Senin, 20/04/2026 13:16 WIB

Antisipasi Varian Omicron, Thailand Bakal Percepat Vaksin Booster





Thailand sejauh ini telah mendeteksi delapan kasus impor varian Omicron tetapi belum menemukan penularan masyarakat.

Seorang wanita mendapat suntikan vaksin COVID-19 di Pusat Vaksinasi Pusat saat Thailand membuka walk-in untuk dosis pertama skema vaksinasi AstraZeneca untuk orang tua, orang dengan berat badan minimum 100kg dan wanita hamil di tengah wabah COVID-19 di Bangkok, Thailand pada 23 Juli 2021. (Foto: Reuters/Chalinee Thirasupa)

BANGKOK, Jurnas.com - Thailand akan membagi waktu menjadi tiga bulan antara pemeberian suntikan vaksin COVID-19 dosis kedua dan booster untuk mencoba memperkuat kekebalan dalam rangka mengantisipasi penyebaran varian Omicron.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Thailand mengatakan, Negeri Gajah Putih sejauh ini telah mendeteksi delapan kasus impor varian Omicron tetapi belum menemukan penularan masyarakat. Sementara itu, varian Omicron sendiri diketahui telah menyebar ke puluhan negara di dunia.

"Karena Omicron sekarang tersebar luas, suntikan ketiga booster akan membantu mengurangi keparahan gejala dan mengurangi tingkat kematian," kata Taweesin Wisanuyothin, juru bicara gugus tugas COVID-19 pemerintah, Senin (13/12).

Taweesin mengatakan, penerima suntikan kedua pada Agustus atau September bisa mendapatkan booster segera di pusat vaksin mana pun secara nasional.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris pada Jumat mengatakan booster secara signifikan memulihkan perlindungan terhadap penyakit ringan yang disebabkan oleh varian Omicron, dalam temuan awal dari analisis dunia nyata.

Lebih dari 43 juta orang atau 60 persen orang di Thailand telah menerima dua dosis vaksin COVID-19, di mana 4,1 juta di antaranya telah menerima booster. (Reuters)

KEYWORD :

Vaksin Booster Varian Omicron Pandemi COVID-19




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :