Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto
Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto (Setnov) sebagai pemegang hak prerogatif tentu telah mengantongi tiket untuk maju di Pilpres 2019 nanti. Bahkan, Setnov dinilai berpotensi untuk mendampingi Presiden Jokowi.
Politikus Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengatakan, kepentingan politik menuju Pilpres 2019, menjadi salah satu tujuan Setnov mengambil alih kursi Ketua DPR dari Ade Komaruddin (Akom)."Kalau dikaitkan Pilpres 2019 secara politik bisa saja terjadi, Setnov sebagai Ketum Golkar saja sebetulnya sudah memenuhi syarat. Karena yang mencalonkan Capres dan Cawapres itu kan parpol," kata Doli, kepada Jurnas.com, Jakarta, Kamis (24/11).Apalagi, lanjut Doli, partai berlambang pohon beringin itu sejak awal telah memutuskan dukungan kepada Jokowi untuk maju di Pilpres nanti. Hal itu, tentu menjadi modal utama Setnov guna meyakinkan Jokowi.Baca juga :
Pemerintah Wajib Laksanakan Rekomendasi DPR Soal Evaluasi MBG Hingga Penyelesaian Konflik Agraria
Pemerintah Wajib Laksanakan Rekomendasi DPR Soal Evaluasi MBG Hingga Penyelesaian Konflik Agraria
Ikuti Update jurnas.com di
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD : Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Ketua DPR Ade Komaruddin Partai Golkar Setnov
























