Minggu, 19/04/2026 11:11 WIB

Ratusan Pusat Kesehatan Berisiko Ditutup di Afghanistan





Banyak donor Barat memiliki peraturan yang mencegah mereka berurusan dengan Taliban, tanpa merinci lebih lanjut.

Pemandangan Kota Kabul, Afghanistan (Foto: Reuters)

Jenewa, Jurnas.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, ratusan fasilitas medis di Afghanistan terancam ditutup karena donor Barat yang membiayainya dilarang berurusan dengan pemerintah baru Taliban.

Direktur darurat regional WHO untuk Wilayah Mediterania Timur, Rick Brennan mengatakan, sekitar 90 persen dari 2.300 fasilitas kesehatan di seluruh negeri mungkin harus ditutup segera minggu ini.

Dia mengatakan banyak donor Barat memiliki peraturan yang mencegah mereka berurusan dengan Taliban, tanpa merinci lebih lanjut.

"Kami akan menghentikan operasi di sebagian besar (fasilitas kesehatan). Dengan beberapa perkiraan hingga 90 persen akan berhenti berfungsi mungkin di akhir minggu ini dan itu akan dikaitkan dengan peningkatan penyakit dan kematian," kata Brennan, dikutip dari Reuters, Selasa (7/9).

"WHO berusaha mengisi kesenjangan dengan menyediakan pasokan, peralatan, dan pembiayaan ke 500 pusat kesehatan," sambungnya.

Badan itu juga bekerja sama dengan Qatar untuk pengiriman medis yang akan datang dengan pesawat. "Kami berharap sampai dua atau tiga muatan pesawat diterbangkan dari pemerintah Qatar mungkin ke Kabul dalam minggu depan atau lebih," katanya.

Pengiriman berikutnya akan mencakup tes COVID-19 dan persediaan untuk mengobati penyakit kronis.

Bersama dengan lembaga bantuan lainnya, WHO telah berjuang untuk membawa pasokan medis termasuk peralatan trauma sebagian karena kekacauan di bandara Kabul.

Brennan mengatakan, pasokan medis terus diterbangkan melalui kota utara Mazar-i-Sharif dan WHO juga menjajaki opsi darat melalui truk dari Pakistan.

KEYWORD :

Taliban WHO Fasilitas Kesehatan Afghanistan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :