Kamis, 13/12/2018 23:14 WIB

China Memanggil Duta Besar AS

Langkah itu dilakukan dua hari setelah Washington menghukum departemen militer China karena membeli jet tempur dan rudal dari Rusia, pelanggaran sanksi sebelumnya.

Duta Besar AS untuk Beijing Terry Branstad dipanggil Sabtu oleh Wakil Menteri Luar Negeri China Zheng Zeguang untuk membahas sanksi-sanksi di bagian militer China yang dipaksakan oleh pemerintahan Trump. Foto oleh Albin Lohr-Jones / UPI

Jakarta - Wakil Menteri Luar Negeri China, Zeng Zeguang memanggil Duta Besar Amerika Serikat untuk Beijing, Terry Branstad pada Sabtu (22/09) waktu setempat. Hal itu menurutnya salah satu langkah untuk memprotes keputusan administrasi Trump yang memberi sanksi militer Beijing.

Langkah itu dilakukan dua hari setelah Washington menghukum departemen militer China karena membeli jet tempur dan rudal dari Rusia, pelanggaran sanksi sebelumnya.

Zheng mengatakan sanksi itu sangat melanggar norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional. Dia juga mendesak AS untuk "memperbaiki kesalahannya dengan segera dan mencabut apa yang disebut sanksi", atau menanggung konsekuensinya.

"Perilaku seperti ini merupakan tindakan hegemonik terang-terangan. Kerja sama militer China-Rusia kerjasama normal antara dua negara berdaulat, dan pihak AS tidak memiliki hak untuk ikut campur," kata Zheng dalam sebuah pernyataan dilansir UPI.

"Pihak China akan mengambil setiap langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasionalnya," lanjutnya.

Sanksi Kamis datang setelah departemen militer Beijing membeli pesawat tempur Su-35 dan sistem rudal permukaan-ke-udara S-400 dari Rusia.

Sanksi itu berarti Departemen Pengembangan Peralatan China akan ditolak izin ekspor asing AS, dilarang membuat transaksi valuta asing dalam yurisdiksi AS dan dilarang menggunakan sistem keuangan AS.

Sanksi itu juga memasukkan hampir tiga lusin orang dan perusahaan Rusia, sesuatu yang dikatakan Departemen Luar Negeri untuk menghukum Rusia karena ikut campur dalam pemilihan.

Pada Jumat, China bereaksi keras terhadap sanksi terbaru pemerintah AS, menyebut mereka "tidak masuk akal." Moskow juga mengirim pesan, memperingatkan administrasi Trump agar tak "bermain dengan api."

TAGS : China AS Dubes




TERPOPULER :