Kamis, 22/11/2018 00:43 WIB

KKP Lirik Pasar Jepang untuk Produk Udang Putih

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melirik pasar Jepang untuk pemasaran udang putih.

Booth Indonesia di Jiste, Jepang

Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melirik pasar Jepang untuk pemasaran udang putih. Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Rifky Effendi, usai ajang Japan International Seafood and Technology Expo (Jiste) yang digelar di Tokyo Big Sight, Jepang pada 22-24 Agustus 2018 lalu.

“Indonesia akan memanfaatkan peluang pasar Jepang yang masih terbuka dengan memperbaiki suplai di dalam negeri, dalam kaitannya dengan logistik dan mutu produk,” terang Rifky di Jakarta pada Jumat (24/8).

Rifky menuturkan, ini merupakan kedua kalinya Indonesia berpartisipasi di ajang Jiste. Pameran seafood terbesar di dunia tersebut, diikuti oleh 822 eksibitor dari 20 negara, dengan jumlah 1.400 booth, dan dihadiri oleh industri retail, food service, trading, wholesaler, distributor, dan food processing dari seluruh wilayah Jepang dan sekitarnya.

Sementara Indonesia diwakili oleh KKP dengan mengikutsertakan delapan eksportir yang tergabung dalam Paviliun Indonesia. “Ini peluang besar kita memanfaatkan pasar di Jepang,” katanya.

Paviliun Indonesia yang dibuka oleh Duta Besar RI untuk Jepang Arifin Tasrif dan Rifky Effendi, menampilkan masakan produk unggulan udang putih (Penaeus merguiensis), dan dilakukan perbandingan uji rasa oleh pengunjung dengan produk udang windu (Penaeus monodon) dan udang vanname (Litopenaeus vannamei).

Upaya ini bertujuan untuk mengenalkan udang putih yang sedang dikembangkan Indonesia, guna membuka peluang baru dalam mengisi pasar udang internasional.

Di sela-sela acara, terdapat penandatanganan kontrak penjualan antara PT. Perikanan Nusantara (Perinus) dan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dengan buyers Jepang.

Penandatanganan kontrak antara PT. Perinus dilakukan dengan dua buyers baru yaitu Kenndo Management Co. Ltd., dan Food Trading Industry Japan Co. Ltd. dengan nilai kontrak sebesar US$21,75 juta untuk suplai 1.500 ton fresh tuna per tahun, serta pembaharuan kontrak penjualan dengan Ajirushi Company senilai US$11,25 juta untuk suplai 1.500 ton produk frozen octopus per tahun.

Sementara Perum Perikanan Indonesia (Perindo) melakukan tanda tangan kontrak penjualan dengan buyers baru yaitu dengan Mushasi Co. Ltd. dengan nilai kontrak US$3,30 juta untuk suplai 600 ton produk frozen tuna loin skinless.

Jepang merupakan mitra dagang penting sebagai negara tujuan ekspor produk perikanan Indonesia setelah AS, dengan nilai US$672,44 juta atau 14,86% dari total nilai ekspor perikanan Indonesia sepanjang 2017. 

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Jepang yaitu udang dengan nilai ekspor US$347,95 juta, tuna cakalang dan tongkol US$141,58 juta, rajungan/kepiting US$28,52 juta, dan cumi-sotong-gurita US$8,45 juta.

TAGS : KKP Udang Ekspor Seafood




TERPOPULER :