Selasa, 20/11/2018 02:29 WIB

ITB Perguruan Tinggi Terbaik 2018 versi Kemristekdikti

ITB yang mengumpulkan skor total 3,57 poin, menggeser juara tahun lalu Universitas Gadjah Mada (UGM) yang meraih 3,54 poin di peringkat kedua.
 

Konferensi pers klasterisasi perguruan tinggi di Serpong, Tangerang

Serpong – Institut Teknologi Bandung (ITB) menempati ranking pertama dalam klasterisasi perguruan tinggi yang dikeluarkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti).

ITB yang mengumpulkan skor total 3,57 poin, menggeser juara tahun lalu Universitas Gadjah Mada (UGM) yang meraih 3,54 poin di peringkat kedua.

Sekretaris Jenderal Kemristekdikti Prof. Ainun Naim mengatakan, penilaian performa perguruan tinggi tahun ini memiliki lima indikator, dari sebelumnya hanya empat indikator.

Kelima indikator tersebut ialah: a) Kualitas SDM, yang mencakup persentase jumlah dosen berpendidikan S3, persentase jumlah lektor kepada dan guru besar, dan rasio mahasiswa terhadap dosen; b) Kualitas Kelembagaan yang mencakup akreditasi institusi dan program studi, jumlah program studi terakreditasi internasional, jumlah mahasiswa asing, serta jumlah kerjasama perguruan tinggi; c) Kualitas Kegiatan Kemahasiswaan, yang meliputi kinerja kemahasiswaan; d) Kualitas Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, yang mencakup kinerja penelitian, kinerja pengabdian pada masyarakat, dan jumlah artikel ilmia yang terindeks Scopus per jumlah dosen; dan e) Kualitas Inovasi.

“Kesiapan teknologi dan inovasi merupakan dua pilar dari 12 indikator daya saing bangsa,” ujar Ainun dalam konferensi pers klasterisasi perguruan tinggi Indonesia di Puspiptek Serpong, Tangerang pada Jumat (17/8).

Terdapat penambahan indikator dalam klasterisasi tahun ini, yakni memasukkan kualitas inovasi perguruan tinggi. Tujuannya, kata Ainun, guna mendukung kebijakan pemerintan dalam melakukan hilirisasi hasil riset ke sektor industri.

Sementara Direktur Jenderal Kelembagaan Kemristekdikti Patdono Suwignjo menyebut kemajuan teknologi dan inovasi menjadi faktor penentu kemajuan suatu bangsa.

Diharapkan ada lebih banyak perguruan tinggi berbasis inovasi (Innovation University) yang secara aktif melakukan komersialisasi pengetahuan dan teknologi lewat inovasi-inovasi.

“Bobot inovasi sebesar lima persen dan diwakili oleh satu indikator saja yaitu kinerja inovasi,” tutur Patdono.

Selain kualitas inovasi, beberapa komponen utama juga mengalami penyesuaian, di antaranya penambahan indikator kerja perguruan tinggi pada komponen utama kelembagaan, supaya memperluas jaringan (networking) yang akan meningkatkan kualitas perguruan tinggi dari segi kelembagaan.

TAGS : Pendidikan ITB Kemristekdikti




TERPOPULER :