Senin, 19/11/2018 04:32 WIB

Saintis Temukan Cara Baru Deteksi Aktivitas Otak

Terobosan ini, yang dijelaskan dalam jurnal eLife, dapat membantu para ilmuwan mempelajari otak hewan

Ilmua (foto:upi.com)

Jakarta - Para ilmuwan di Johns Hopkins University telah berhasil mencatat aktivitas otak kelelawar ketika terbang bebas tanpa menggunakan peralatan canggih.

Terobosan ini, yang dijelaskan dalam jurnal eLife, dapat membantu para ilmuwan mempelajari otak hewan ketika mereka berperilaku secara alami - tidak terikat dan bebas dari peralatan yang rumit.

"Jika Anda ingin memahami bagaimana otak beroperasi di dunia nyata, Anda harus memiliki hewan yang bergerak melalui dunia dengan cara alami," Melville Wohlgemuth, seorang rekan postdoctoral di Johns Hopkins.

"Gagasan untuk merekam otak tanpa kabel adalah merek baru. Dan tidak ada yang menggunakannya untuk memahami bagaimana binatang merasakan dunia dan bereaksi terhadap informasi itu," tambahnya.

Sampai saat ini, para ilmuwan hanya mampu mempelajari aktivitas otak hewan saat mereka melakukan tugas dan manuver dasar dan sering dibuat-buat.

Untuk mengembangkan perangkat ringan diperlukan untuk merekam aktivitas otak secara nirkabel, sementara masih memungkinkan kelelawar untuk terbang dan berfungsi secara normal, peneliti Johns Hopkins bekerja sama dengan perusahaan rekayasa luar.

Peneliti menggunakan alat itu untuk mempelajari bagaimana kelelawar berinteraksi dengan lingkungannya saat mereka terbang.

Para ilmuwan menggabungkan pembacaan aktivitas otak dengan model gema yang memprediksi apa yang kelelawar perhatikan berdasarkan frekuensi tinggi terdengar memantul dari objek di sekitarnya.

Dengan membandingkan pola aktivitas saraf dengan pola pemukul frekuensi tinggi kelelawar, peneliti mengidentifikasi sel-sel otak yang penting bagi kemampuan mamalia untuk menafsirkan dan menavigasi ruang tiga dimensi.

"Kita bisa melihat bagaimana hewan yang bergerak berinteraksi dengan objek, sama seperti seseorang yang berjalan di hutan," kata Wohlgemuth.

Para ilmuwan berharap terobosan mereka untuk membuka berbagai peluang penelitian baru.

"Untuk melihat sinyal di otak ketika hewan benar-benar melihat sesuatu dan kemudian melihat api neuron, adalah cawan suci bagi saya," kata mahasiswa pascasarjana Ninad Kothari.

"Saat penelitian ini berlangsung, kita dapat mengambil informasi yang kita dapat dari hewan seperti kelelawar, tikus dan burung hantu dan memasukkannya ke dalam percobaan manusia untuk berpotensi membantu orang," lanjutnya.

TAGS : Penelitian Otak Ilmuan




TERPOPULER :