Sabtu, 23/06/2018 15:04 WIB

China Minta AS Bayar Kompensasi Kerusakan Patung Prajurit Kuno

Kesepuluh patung yang dipajang di Philadelphia itu bagian dari 8.000 patung tembikar terdiri dari prajurit, kusir, dan kuda

Patung prajurit China

Beijing - Pemerintah China meminta pihak berwenang Amerika Serikat menghukum berat kepada warganya yang merusak bagian patung prajurit kuno yang dipinjamkannya. Juga menuntut kompensasi senilai 4,5 juta dolar AS atau setara Rp6,02 Miliar.

Patung yang dipotong oleh pencuri pada bagian ibu jari patung itu, terbuat dari tembikar  yang dipajang di museum negara bagian Pennsylvania.  Meskipun pihak museum tersebut meminta maaf atas kelalaiannya, China yang meminjamkan 10 patung tetap mengecam aksi pencurian itu.

"Patung itu merupakan peninggalan berharga negara kami. Patung itu bagian dari sejarah dan seni yang sangat tidak ternilai harganya. Kami sangat kecewa dan mengecam pencurian dan perusakan benda bersejarah kami," ujar pejabat itu sebagaimana dikutip Beijing Youth Daily Report.

Kesepuluh patung yang dipajang di Philadelphia itu bagian dari 8.000 patung tembikar terdiri dari prajurit, kusir, dan kuda yang digali dari bawah tanah di Ibu Kota Provinsi Shaanxi di Xi`an.

Pada awal Februari ini, Michael Rohana (24) didakwa sengaja memotong dan mengambil ibu jari patung ukiran berusia 2.000 tahun yang dipajang di Franklin Institute, Philadelphia, negara bagian Pennsylvania, AS, pada 21 Desember 2017.

Rohana yang berasal dari Delaware menghadiri pesta Natal bersama rekan-rekannya di museum tersebut yang kebetulan menggelar pameran patung tembikar dari kaisar pertama China. Pada saat itu pintu ruangan penyimpanan patung dalam keadaan tidak terkunci.

Dari hasil rekaman kamera,  Rohana melakukan swafoto di depan patung. Pada saat itu pelaku memotong ibu jari patung dan memasukkannya ke dalam saku, lalu bergegas meninggalkan museum.

Kasus pencurian pada 21 Desember 2017 itu tidak diketahui hingga 8 Januari 2018 sampai pihak museum meminta bantuan kepada FBI untuk mendatangi pelaku di rumahnya pada 13 Januari 2018. Dan kemudian pelaku dijerat dengan pasal pencurian dan penyembunyian karya seni berharga, namun dibebaskan dengan jaminan.

TAGS : China Karya Seni Amerika Serikat




TERPOPULER :