Rabu, 21/04/2021 18:59 WIB

Ketum PAN: Istilah Mahar Politik Sudutkan Islam

Jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018, istilah mahar politik atau ongkos politik bagi kandidat calon kepala daerah menjadi polemik. Istilah mahar politik disebut menyudutkan Islam.

Ketum PAN, Zulkifli Hasan

Jakarta - Jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018, istilah mahar politik atau ongkos politik bagi kandidat calon kepala daerah menjadi polemik. Istilah mahar politik disebut menyudutkan Islam.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan meminta, agar seluruh pihak berhati-hati dalam memakai istilah mahar politik. Menurutnya, istilah mahar politik itu menyudutkan Islam.

"Istilah mahar itu hati-hati, kalimat sakral seolah-olah menyudutkan Islam, karena mahar sering kali digunakan umat Islam dalam pernikahan misalnya, kalimat yang suci," kata Zulkifli, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/1).

Oleh sebab itu, Zulkifli meminta agar istilah mahar politik diganti menjadi suap politik. Menurutnya, istilah suap politik lebih dipahami masyarakat.

"Kenapa tidak dikatakan suap politik saja, kenapa harus menyudutkan Umat Islam dengan memakai istilah mahar," tegasnya.

TAGS : Ketum PAN Zulkifli Hasan Mahar Politik




JURNAS VIDEO :

TERPOPULER :