Sabtu, 21/10/2017 15:34 WIB

Internasional

Korut Tetap Kembangkan Rudalnya, jika Kesepakatan Iran gagal

Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melanggar kesepakatan nuklir dengan Iran

Ledakan Nuklir (Foto: BBC)

Jakarta - Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melanggar kesepakatan nuklir dengan Iran, karena Korea Utara tidak akan menyetujui kesepakatan internasional mengenai program nuklirnya.

"Perhatian besar kami adalah, berkenaan dengan Korea Utara, bahwa sangat tidak mungkin kediktatoran Korea Utara menyetujui kesepakatan internasional untuk menghentikan pembangunan senjata nuklir," Gabriel.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump tampaknya tidak berkeinginan melakukan negoisasi dengan Korea Utara, karena ia mengklaim telah mengeluarkan miliaran dolar kepada Pyongyang, namun belum menerima apapun sebagai balasannya. Negosiator Amerika hanya dibuat terlihat seperti orang bodoh selama 25 tahun.

Gabriel berulang kali mendesak Amerika Seriakt untuk mematuhi kesepakatan tersebut. Pada Minggu, ia mengatakan dunia akan berubah jika Washington mundur dari kesepakatan tersebut, karena ini berarti Amerika Seriakt mengganti peraturan hukum dengan hukum yang paling kuat.

Kesepakatan nuklir dengan Iran, yang secara resmi dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), ditandatangani pada 2015 oleh kelompok P5 + 1 (China, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat) dan Uni Eropa. Begitu pun Teheran setuju membatasi program nuklirnya selama 15 tahun, masyarakat internasional berjanji untuk meringankan sanksi yang ada sebelumnya yang diterapkan di negara tersebut.

Pada Senin Gabriel menggemakan pernyataan yang dibuat pada September oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, setelah Majelis Umum PBB di New York. Lavrov mendesak Amerika Seriakt menyelesaikan masalah dengan Iran melalui cara yang dirancang khusus untuk tujuan ini, dan untuk menjauhkan diri dari upaya menjatuhkan kesepakatan nuklir dengan Teheran.

"Program Iran dalam keadaan selesai; itu disetujui dalam resolusi DK PBB, dan membedah program ini sama dengan menghancurkan semua yang telah mencapai kesepakatan tersebut. Semua orang mengerti itu, "katanya. "Jika kesepakatan mengenai masalah nuklir Iran gagal, Korea Utara akan mengatakan, mengapa kita harus bernegosiasi dengan Anda, jika Anda tidak dapat melakukannya?" Tanyanya.

TAGS : Iran Kesepakatan Nuklir Jerman Amerika Serikat




TERPOPULER :

TERKINI

Komdis PSSI Kenakan Sanksi Madura United

Madura United oleh PSSI dinilai telah melakukan pelanggar...

SBY Puji Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyampaikan ucapan selama...

Bosan Dikambing Hitamkan? Ikuti Tips Ini

Ini langkah-langkah buat kalian yang diperlakukan tidak a...

Kumpulkan Mainan, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Harnes menambahkan koleksinya hampir 2.000 keping, tapi d...

Ketua DPR: Pesantren Merupakan Roh Bangsa Indonesia

Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menghadiri Haul ke-28...

Pemahaman Pancasila Bendung Paham Radikal

Pemahaman radikal ini sangat berbahaya sebab paham terseb...

HNW: Komunis Radikalisme Paling Radikal

Sila-sila Pancasila bisa dijadikan alat untuk melaksanaka...

Bantahan Mantan PM Malaysia, "Saya Tak Hina Orang Bugis"

Pernyataan itu membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis M...

Wow, Pemakaman Raja Thailand Habiskan Dana Rp1,2 Triliun

Sebuah pemakaman yang mewah akan digelar oleh kerajaan un...

Kendaraan Freeport Ditembaki Orang Tak Dikenal

Penembakan terjadi terhadap kendaraan patroli Security an...

Amerika Akui Senjata Kimia Bukan Perbuatan Assad

AS telah mengakui bahwa serangan senjata kimia Sarin yang...