Sabtu, 21/10/2017 15:22 WIB

Internasional

Saudi Beli Peralatan Militer AS Besar-besaran

Amerika Serikat kemungkinan akan menyetujui penjual sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ke Arab Saudi senilai USD15 miliar

Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) (Foto: Reuters)

Jakarta - Pihak Pentagon mengatakan pemerintah Amerika Serikat kemungkinan akan menyetujui penjual sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) ke Arab Saudi senilai USD15 miliar atau Rp202,5 triliun.

Terminal High Altitude Area Defense, yang dipasok ke tetangga Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab, adalah salah satu baterai anti-rudal yang paling mumpuni di gudang senjata Amerika Serikat dan dilengkapi dengan sistem radar tingkat lanjut.

Pemerintah Arab Saudi meminta untuk membeli 44 peluncur THAAD dan 360 rudal, serta stasiun kontrol kebakaran dan radar.

"Penjualan ini melampaui kepentingan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika Seriakt, dan mendukung keamanan jangka panjang Arab Saudi dan kawasan Teluk dalam menghadapi ancaman regional dan Iran," kata badan keamanan Pertahanan Pertahanan Pentagon dalam sebuah pernyataan pada Jumat.

Penjualan bisa berlanjut jika Kongres Amerika Serikat tidak keberatan dalam 30 hari mendatang. Penyebaran THAAD baru-baru dilakukan militer Amerika Serikat di Korea Selatan untuk melindungi kemungkinan serangan Korut menuai kecaman dari Beijing, yang khawatir sensornya dapat menembus wilayah udara China dan mengganggu keseimbangan kekuasaannya.

Namun departemen negara mengatakan akan menyarankan Kongres bahwa, di tangan Saudi, sistem tersebut akan bertindak untuk menstabilkan situasi di Teluk dan membantu mempertahankan pasukan Amerika Serikat di wilayah tersebut dan sekutu mereka.

"Penjualan peralatan dan dukungan yang diusulkan ini tidak akan mengubah keseimbangan dasar militer di wilayah ini," katanya.

Raksasa Aerospace Lockheed Martin Co adalah kontraktor utama untuk sistem THAAD, dengan kontraktor pertahanan Raytheon Co memainkan peran penting dalam penerapannya.

TAGS : THAAD Arab Saudi Amerika Serikat




TERPOPULER :

TERKINI

Komdis PSSI Kenakan Sanksi Madura United

Madura United oleh PSSI dinilai telah melakukan pelanggar...

SBY Puji Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyampaikan ucapan selama...

Bosan Dikambing Hitamkan? Ikuti Tips Ini

Ini langkah-langkah buat kalian yang diperlakukan tidak a...

Kumpulkan Mainan, Wanita Ini Pecahkan Rekor Dunia

Harnes menambahkan koleksinya hampir 2.000 keping, tapi d...

Ketua DPR: Pesantren Merupakan Roh Bangsa Indonesia

Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) menghadiri Haul ke-28...

Pemahaman Pancasila Bendung Paham Radikal

Pemahaman radikal ini sangat berbahaya sebab paham terseb...

HNW: Komunis Radikalisme Paling Radikal

Sila-sila Pancasila bisa dijadikan alat untuk melaksanaka...

Bantahan Mantan PM Malaysia, "Saya Tak Hina Orang Bugis"

Pernyataan itu membuat Persatuan Perpaduan Rumpun Bugis M...

Wow, Pemakaman Raja Thailand Habiskan Dana Rp1,2 Triliun

Sebuah pemakaman yang mewah akan digelar oleh kerajaan un...

Kendaraan Freeport Ditembaki Orang Tak Dikenal

Penembakan terjadi terhadap kendaraan patroli Security an...

Amerika Akui Senjata Kimia Bukan Perbuatan Assad

AS telah mengakui bahwa serangan senjata kimia Sarin yang...