Minggu, 23/09/2018 21:22 WIB

Internasional

Amerika Mendepak 15 Diplomat Mantan Musuh Perang Dingin

Pemerintah Amerika Serikat mengusir 15 diplomat Kuba setelah Pemerintah Kuba gagal melindungi staf kedutaan Amerika di Havana dari serangan misterius

Gedung Kedutaan Besar Kuba di Washington DC (Foto: AP)

Washintong - Pemerintah Amerika Serikat mengusir 15 diplomat Kuba setelah Pemerintah Kuba gagal melindungi staf kedutaan Amerika di Havana dari serangan misterius. Keputusan itu mendapat kecaman dari pemerintah Kuba dan pukulan pendahulunya Barack Obama. 

Sekretaris Negara Rex Tillerson mengatakan pengusiran kedutaan Kuba di Washington juga dimaksudkan untuk memastikan keadilan di tingkat kepegawaian, setelah sebelumnya menarik lebih dari setengah diplomat  Amerika Serikat di Havana pada Jumat.

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez mengecam keputusan tersebut. Ia menuduh Amerika Serikat tidak cukup kerja sama dengan penyelidikan Kuba terhadap insiden misterius tersebut dan mendesak Washington berhenti mempolitisir masalah tersebut.

Tak hanya itu, kebijakan Donald Trump juga memberikan keras bagi pendahulunya, Barack Obama yang berusaha memulihkan hubungan kedua neraga tersebut setelah berpuluh-puluh tahun terlibat perang dingin.

Langkah terakhir Amerika Serikata dikomunikasikan ke Duta Besar Kuba Jose Ramon Cabanas pada Selasa, dan para diplomat diberi waktu tujuh hari untuk angkat kaki dari negara tersebut, kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri tanpa ingin disebut namanya

"Sampai Pemerintah Kuba menjamin keamanan diplomat kami di Kuba, kedutaan kami akan dikurangi untk meminimalkan jumlah diplomat yang berisiko terkena bahaya," kata Tillerson dalam sebuah pernyataan.

"Kami terus mempertahankan hubungan diplomatik dengan Kuba, dan akan terus bekerja sama dengan Kuba saat kami menyelidiki penyelidikan atas serangan tersebut," tambahnya.

Amerika Serikat mengumumkan pada Jumat bahwa pihaknya mengurangi secara drastis diplomatnya di Kuba, setelah sebuah serangan yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran, pusing dan kelelahan di 22 personil kedutaannya.

Rodriguez mengatakan kurangnya kerjasama Amerika Serikat menghalangi penyelidikannya sendiri mengenai masalah tersebut. Pihak berwenang tidak memberikan akses kepada orang-orang yang terluka dan dokter yang memeriksanya, atau ke rumah-rumah di mana serangan tersebut terjadi.

Rodriguez mendesak Amerika Serikat untuk bekerja sama lebih banyak dan mengatakan, Kuba juga bekerja sama dengan Kanada dalam penyelidikan karena para diplomat Kanada melaporkan gejala serupa. Sejauh ini belum ada jabawan bagaimana serangan dilakukan atau siapa yang bertanggung jawab.

TAGS : Amerika Serikat Kuba Barack Oboma




TERPOPULER :