https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Digiseksual, Kecenderungan Seks kepada Robot dan Komputer

Redaksi | Sabtu, 16/02/2019 12:01 WIB



Mereka penganut digiseksual merupakan manusia yang menyukai berhubungan intim bahkan seksual dengan perangkat lunak komputer yang canggih, dan robot manusia. Robot Humanoid buatan China, Jia Jia

Jakarta, Jurnas.com – Berhubungan seks dengan robot atau komputer mungkin bukan hal yang lumrah di Indonesia. Namun kecederungan seks yang disebut Digiseksual ini mulai digandrungi oleh kalangan anak muda di Inggris, Jepang, Rusia, dan Amerika Serikat.

Dikutip dari Daily Star, penelitian yang dilakukan oleh akademisi Neil McArthur dan Markie Twist dalam makalah berjudul `Bangkitnya Digiseksualitas` menunjukkan bahwa tren ini menjadi lebih umum dewasa ini.

Mereka penganut digiseksual merupakan manusia yang menyukai berhubungan intim bahkan seksual dengan perangkat lunak komputer yang canggih, dan robot manusia.

Baca juga :
Billie Eilish Heran Orang-orang Belum Tahu Kalau Dirinya Queer

Belum lekang ingatan kita pada sosok perempuan Jepang bernama Akihiko Kondo, yang beberapa waktu lalu menikah dengan penyanyi virtual. Dia menganggap orientasi seksnya didiskriminasi oleh orang-orang pada umumnya.

Bagi perempuan yang tertarik dengan digiseksual dari kalangan perempuan, McArthur dan Markie percaya bahwa mereka menghadapi penolakan, sama halnya dengan penyuka homo, transeksual, dan biseksual.

Baca juga :
Billie Eilish Heran Orang-orang Belum Tahu Kalau Dirinya Queer

Kedua ilmuwan itu mengatakan, perlindungan hak asasi manusia bisa menjadi salah satu cara, di mana `kaum digital` harus mendapatkan pengakuan.

“Saya pikir kita semua sedang bergerak menuju sistem yang memberikan kebebasan seksual secara luas, dan mengakui nilai identitas seksual alternatif secara umum,” ujar McArthur, profesor filsafat di University of Manitoba.

Baca juga :
Robot Masa Depan Mampu Wujudkan Pengalaman Seksual Manusia

“Kanada dan negara-negara Nordik adalah pemimpin dalam hal ini, tapi Eropa dan Amerika juga tidak jauh di belakangnya,” lanjut dia.

Markie, seorang pakar pendidikan seks dan profesor studi keluarga di University of Wisconsin-Stout, mengatakan para pria digital mulai melakukan agitasi untuk kesetaraan pengakuan dan hak dengan cara yang sama seperti identitas seksual lainnya.

Dia mengatakan beberapa orang juga berjuang untuk mengantisipasi agar robot memiliki hak yang sama seperti manusia pada umumnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Digiseksual Penyuka Robot Orientasi Seksual

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777