https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Penyebab Tingginya Penyakit Kulit di Bangkalan

Eka Wahyu Pramita | Kamis, 05/04/2018 17:59 WIB



Tingginya angka penyakit kulit di Bangkalan dipicu oleh berbagai faktor. Tingginya angka penyakit kulit di Bangkalan dipicu oleh berbagai faktor (Ilustrasi).

Jakarta - Vaseline Healing Project secara perdana telah digelar di Indonesia pada bulan Januari lalu, yaitu di Kabupaten Bangkalan, Madura. Wilayah ini dipilih berdasarkan fakta bahwa penyakit kulit masih menjadi salah satu masalah kesehatan paling utama di Bangkalan.
 
Sementara saat ini, masyarakat masih sulit mendapatkan pelayanan dari pusat kesehatan seperti Puskesmas karena lokasi yang jauh dan jumlah tenaga kesehatan kompeten yang terbatas. Dalam penyelenggaraan program di Bangkalan, Vaseline dan Direct Relief bekerja sama dengan RSUD Dr. Soetomo Surabaya sebagai rumah sakit pelayanan, pendidikan dan penelitian yang memiliki jaringan tenaga kesehatan yang kuat.
 
dr. Irmadita Citrashanty, SpKK selaku Spesialis Kulit dan Kelamin dan Ketua Tim Pelaksana Vaseline Healing Project di Bangkalan mengatakan tingginya angka penyakit kulit di Bangkalan antara lain disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti kurangnya sumber air bersih, ventilasi rumah yang kurang memadai, serta pencahayaan dan kelembapan rumah yang kurang memenuhi syarat.

"Selain itu, masih terdapat stigma yang cukup kuat di tengah masyarakat Bangkalan tentang penderita penyakit kulit sehingga mereka cenderung dikucilkan dari masyakarat. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan penanganan yang dibutuhkan.”

Sebagai langkah awal, telah diberikan sebuah Training of Trainers mengenai kesehatan kulit oleh 12 dokter spesialis kulit dan kelamin kepada 14 residen kulit dan kelamin, 9 dokter umum, dan 6 tenaga kesehatan lain yang berasal dari Surabaya maupun Bangkalan.

Baca juga :
Kemenkes Catat Penyakit Kulit dan Diare Banyak Dialami Warga Baduy
“Sesi pelatihan menjadi salah satu inti terpenting dalam program ini karena di kemudian hari bekal pengetahuan yang diberikan akan menjadikan para pesertanya berkompeten untuk membantu mencegah dan memperbaiki masalah kulit masyarakat yang lebih luas,” jelas Ira.

Setelah pelatihan, misi untuk memperbaiki kondisi kulit masyarakat akhirnya dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2018 bertempat di Desa Tambak Pocok, Bangkalan. Setiap pasien mendapatkan pengetahuan yang memadai mengenai kesehatan kulit dan kesempatan untuk berkonsultasi dengan dokter umum ataupun dokter spesialis penyakit kulit untuk memperbaiki kondisi kulit mereka.

Baca juga :
Pakar Peringatkan Ancaman Penyakit Kulit bagi Pengungsi Bencana

Pada hari itu sebanyak 154 orang telah menerima berbagai manfaat dari program ini. Selain itu, telah dibagikan pula paket berupa Vaseline Repairing Jelly dan obat-obatan lainnya yang bisa dipergunakan untuk tetap memelihara dan memperbaiki kondisi kulit masyarakat Bangkalan.

Baca juga :
Mensos Ajak Ulama dan Pesantren Sukseskan Sekolah Rakyat
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

penyakit kulit bangkalan Vaseline Healing Project

Terpopuler

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Senin, 13/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Prediksi Starting XI Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777