https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Berkat Pelatihan, Alumni PKW Tekun Tenun Rutin Terima Pesanan

Mutiul Alim | Minggu, 13/07/2025 17:13 WIB



Para alumni Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun merasakan dampak positif dari berbagai macam pelatihan yang mereka dapatkan selama masa pendidikan. Baju tenun karya alumni PKW Kemdikdasmen (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Para alumni Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun merasakan dampak positif dari berbagai macam pelatihan yang mereka dapatkan selama masa pendidikan.

Dalam acara syukuran HUT ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Balikpapan, Kalimantan Timur, hasil tangan para penenun muda berhasil menarik perhatian banyak pengunjung.

Pameran yang juga difasilitasi oleh Kemdikdasmen melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus ini menampilkan 34 produk karya dari penenun muda alumni program PKW Tekun Tenun dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga :
Hardiknas 2026, Mendikdasmen: Pendidikan untuk Membentuk Karakter Bangsa

Salah satu karya yang ditampilkan adalah tenun gebeng karya dari penenun muda dari Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang bernama Tiarada atau biasa disapa Rada.

Memiliki minat semenjak melihat sang ibu menenun songket. Rada memutuskan untuk mengikuti program PKW Tekun Tenun di tahun 2024. Dari pelatihan tersebut, ia berkenalan lebih jauh dengan tenun gebeng, tenun khas Ogan Ilir.

Baca juga :
Paskibra Hardiknas 2026, Cermin Semangat Pendidikan Bermutu untuk Semua

"Awalnya memang masih belum terbiasa menenun, tetapi saat ini saya sudah menerima pesanan, baik dari pesanan untuk Dekranas maupun pesanan secara khusus melalui media sosial," kata Rada dalam keterangannya pada Minggu (13/7).

Rada menceritakan bahwa tenun gebeng kaya akan cerita historis. Tenun gebeng lahir dari dari tenun songket. Pada zaman dahulu, saat penenun ingin membuat songket, mereka kehabisan benang emas yang menjadi benang utama pembuat songket.

Baca juga :
Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 3.334 Satuan Pendidikan di Tulang Bawang

Mulai dari situlah, leluhur Ogan Ilir membuat motif sendiri dengan menggunakan benang sutra atau katun sehingga lahirlah tenun gebeng.

"Saya bangga jadi perajin tenun gebeng. Dalam satu kain saya bisa mendapatkan Rp800 ribu s.d. Rp1,5 juta rupiah tergantung ukuran dan jenis benangnya," ujar Rada.

Program PKW Tekun Tenun juga mempersiapkan penenun andal dari perajin disabilitas. Contohnya di Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Manggarai Barat Labuan Bajo, yang melatih tiga peserta disabilitas. Salah satunya adalah Veni Milan, yang merupakan penyandang tunawicara.

Dengan latar belakang keluarga kelas menengah ke bawah dan memiliki keterbatasan, hal ini membuat Veni sempat patah semangat. Akan tetapi, di tengah keputusasaannya, motivasinya kembali bergelora dengan mengikuti program PKW Tekun Tenun pada 2022.

"Saya juga dulu menganggur dan tak tahu mau bekerja apa karena memiliki kekurangan," kata Veni menggunakan bahasa isyarat.

Setelah mengikuti pelatihan bersama 63 peserta lainnya, Veni pun sangat tertarik dengan tenun songket. Menurut dia, menenun seperti terapi yang bisa memberikannya ketenangan. Dari mengikuti program PKW pula, dia mengetahui cara menjadi wirausaha muda yang melestarikan kain tradisional.

"Sekarang saya mampu membeli barang-barang untuk keperluan sendiri dari hasil menenun. Setiap bulan saya mampu menghasilkan satu sampai tiga kain," kata Veni.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Kemdikdasmen, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa program PKW Tekun Tenun merupakan implementasi program pemerintah dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Menurut Tatang, pelatihan ini memfasilitasi anak putus sekolah (APS) dan juga tidak memiliki pekerjaan melalui pendidikan nonformal.

"Kerajinan lokal menjadi budaya dan tradisi yang mengajarkan para alumni untuk penguatan keterampilan sekaligus ketekunan dan kreativitas," ujar Tatang.

Lebih lanjut, Dirjen Tatang berpesan agar lulusan mampu terus beradaptasi dengan pengembangan teknologi. Di era digitalisasi, sangat penting untuk menilik media sosial sebagai upaya pemasaran serta menciptakan kreasi busana yang sesuai dengan tren saat ini.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Program Kecakapan Wirausaha Pelatihan Tenun Kemdikdasmen Ditjen PKPLK

Terkini | Kamis, 06/08/2026 17:19 WIB

News

Baleg DPR: Investor dan Penambang Wajib Kantongi Izin Masyarakat Adat

News

KPK Panggil Anggota DPRD Kaltim Sarkowi terkait Kasus Rita Widyasari

Gaya Hidup

Program Ini Dorong UKM untuk Hadirkan Sustainable yang Kreatif

News

KPK Sita Rp9,5 Miliar dari Pengembangan Suap Restitusi Pajak Banjarmasin

News

Rieke: Putusan Sela Kasus Vidi Jadi Koreksi Penting bagi Penegakan Hukum

Gaya Hidup

Penelitian Ungkap Minum Air Saat Makan Cenderung Makan Lebih Banyak

Gaya Hidup

Super El Nino Berpotensi Picu Perubahan Iklim Permanen: Kita Perlu Waspada

News

Dugaan Pelecehan Pasien BPJS oleh Oknum Nakes Harus Diusut Tuntas

News

Iran Ancam Serang Negara Teluk jika AS Lancarkan Serangan Baru

News

Ledia Hanifa: Sensus Ekonomi Fondasi Kebijakan Pembangunan Tepat Sasaran

News

Usai 10 Tahun, Bandara Deir Ezzor Suriah Beroperasi Kembali

News

Ketua Banggar DPR Dorong Penguatan Sektor Industri dan Pertanian

News

Kementerian PU Optimalkan Pembangunan Infrastruktur Dukung Program Presiden

News

Pasukan Israel Serbu Pengungsi Qalandia, Tangkap Puluhan Warga Palestina

News

800 Ribu Pengungsi Perang Lebanon Mulai Kembali ke Kampung Halaman

Humanika

Tidak Sempurna Iman Seseorang Jika Belum Memiliki Sikap Ini

News

Menkeu: Presiden Perintahkan Stimulus Antisipasi Dampak El Nino Disiapkan

News

Menaker: ASN Kemnaker Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777