https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Juni 2026, Utang Pinjol Masyarakat Tembus Rp105 Triliun

Untung Subagja | Rabu, 05/08/2026 15:05 WIB



Utang pinjol warga Indonesia ini naik sekira Rp1,41 triliun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai Rp103,73 triliun pada Mei 2026 Uang rupiah

Jakarta, Jurnas.com - Hingga Juni 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan outstanding pembiayaan industri pinjaman daring (pindar) atau lebih dikenal pinjol mencapai Rp105,14 triliun alias naik 25,88 persen secara year on year (yoy).

Utang pinjol warga Indonesia ini naik sekira Rp1,41 triliun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai Rp103,73 triliun pada Mei 2026

"Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan pada Juni 2026 tumbuh 25,88 persen year-on-year dengan nilai sebesar Rp105,14 triliun," kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman.

Baca juga :
Israel Siapkan Rp580 Miliar untuk Kuasai 70 Situs Bersejarah Palestina

Sementara, tingkat risiko wanprestasi atau kredit macet secara agregat (TWP90) terjaga di posisi 4,26 persen.

Di sisi lain, OJK mencatat piutang pembiayaan dari industri perusahaan pembiayaan (multifinance) terus melanjutkan tren ekspansi.

Baca juga :
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia vs Singapura

"Di sektor PVML, piutang pembiayaan dari perusahaan pembiayaan tumbuh sebesar 1,88 persen year-on-year. Pada Juni 2026 menjadi Rp511,26 triliun. Hal ini didukung peningkatan pembiayaan modal kerja sebesar 6,36 persen year-on-year," ujar Agusman.

Profil risiko industri multifinance dipastikan tetap sehat dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 3,01 persen dan NPF net sebesar 0,81 persen. Ketahanan industri juga tecermin dari gearing ratio yang berada di level 2,14 kali, jauh di bawah batas maksimum regulasi sebesar 10 kali.

Baca juga :
BNI Catat Fundamental Bisnis Kokoh di Bawah Danantara

Di sisi lain, bisnis penyaluran pembiayaan oleh industri pergadaian melonjak tinggi sebesar 54,47 persen yoy mencapai Rp162,26 triliun. Penyaluran ini didominasi oleh produk gadai yang menyumbang Rp136,28 triliun atau 84,36 persen dari total portofolio pergadaian.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Otoritas Jasa Keuangan Pinjaman Online Piutang Pembiayaan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777