Pengungsi Palestina di Gaza (Foto: Reuters)
Jakarta, Jurnas.com - Badan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa Gaza masih tidak aman untuk warga sipil.
PBB mengatakan bahwa mitra-mitra mereka melaporkan serangan Israel terhadap sekolah-sekolah bagi warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan mitra-mitranya melaporkan bahwa seorang siswa kelas enam terkena tembakan dan terluka pada Selasa, saat berada di dalam tenda ruang kelas di Gaza City. Anak itu kemudian dibawa ke rumah sakit.
OCHA mengatakan bahwa pada Senin (3/8), di Beit Lahia, pasukan Israel dilaporkan merobohkan rumah-rumah, serta sekolah terakhir yang tersisa di kompleks yang sebelumnya memiliki empat sekolah.
Kantor tersebut menyatakan bahwa pasukan Israel bergerak maju ke kawasan itu, menghancurkan tenda-tenda yang menjadi tempat berlindung bagi hampir 12 keluarga di halaman sekolah, dan memasang penanda yang mengindikasikan perluasan lebih lanjut di wilayah yang diberlakukan pembatasan akses oleh otoritas Israel.
Menyusul insiden itu, para mitra kemanusiaan segera memobilisasi bantuan bagi para pengungsi.
Di Tepi Barat, OCHA menyatakan bahwa pada Selasa, otoritas Israel merobohkan sebagian bangunan sebuah sekolah di kawasan Masafer Yatta, Hebron selatan, tempat lebih dari 1.000 penduduk Palestina berada di bawah tekanan untuk meninggalkan tempat tersebut.
Di seluruh Tepi Barat, lebih dari 80 sekolah Palestina saat ini terancam dibongkar atau menerima perintah terkait.
Kantor tersebut menyatakan bahwa sepanjang tahun ini, para mitra yang bergerak di sektor pendidikan telah menjangkau lebih dari 60.000 siswa di Tepi Barat melalui program remedial dan pembelajaran untuk mengejar ketertinggalan.
Selain itu, mereka juga merehabilitasi 30 sekolah, menyediakan langkah-langkah perlindungan bagi lebih dari 2.600 siswa dan tenaga pendidik di wilayah berisiko tinggi, serta menyalurkan bantuan tunai khusus untuk sektor pendidikan, dukungan psikososial, dan bantuan hukum.
Namun, OCHA menyatakan bahwa pendanaan masih sangat minim, dengan baru 10 persen lebih dari dana yang dibutuhkan untuk dukungan pendidikan berhasil diamankan tahun ini.
Rabu, 05/08/2026 15:38 WIB
Selasa, 04/08/2026 14:16 WIB