Kepala Pengembangan Sepak Bola FIFA, Arsene Wenger (Foto: Doknet)
London, Jurnas.com - Arsene Wenger akhirnya menyampaikan pandangan terkait pembatalan rencana Gianni Infantino yang sempat ingin menjual sebagian saham hak komersial Piala Dunia FIFA. Rencana tersebut sebelumnya memicu gelombang kritik keras dan penolakan masif dari berbagai pemangku kepentingan sepak bola dunia.
Gagasan Presiden FIFA berpusat pada pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah entitas komersial baru yang menggabungkan hak siar, hak sponsor, hingga penjualan tiket Piala Dunia.
Laporan yang muncul pada akhir Juli menunjukkan bahwa Infantino berencana menjual sekitar 20 persen saham FFE kepada investor swasta demi menyuntikkan dana segar ke organisasi tersebut.
Namun, proposal itu menuai penolakan keras. UEFA bahkan mengancam akan memboikot gelaran Piala Dunia, sementara konfederasi CONCACAF dan AFC turut menyuarakan keberatan serupa.
Chief Operating Officer FIFA, Kevin Lamour, mengungkapkan bahwa rencana tersebut dirancang sendiri oleh Infantino tanpa melibatkan staf internal. Di tengah tekanan yang kian memuncak serta pengunduran diri penasihat senior Carlos Cordeiro sebagai bentuk protes, Infantino akhirnya resmi membatalkan rencana tersebut.
Sebagai Chief of Global Football Development FIFA sejak 2019, nama Wenger tak lepas dari sorotan publik seiring bungkamnya sang mantan manajer Arsenal tersebut di tengah kontroversi.
Lewat pernyataan resminya, Wenger menegaskan bahwa tugas utamanya murni berfokus pada pengembangan teknis dan akademi sepak bola global, bukan pada ranah operasi komersial FIFA. Ia juga menyatakan dukungan penuh atas keputusan pembatalan rencana tersebut.
"Saya tidak terlibat dalam rencana strategis ini dan baru mengetahuinya melalui pemberitaan media," kata Wenger dikutip dari Sports Mole pada Rabu (5/8).
"Keputusan untuk menarik kembali proyek tersebut sangat diperlukan dan tidak perlu dipertanyakan lagi, karena saya sangat percaya pada FIFA yang independen, yang melayani permainan kita dengan komitmen, transparansi, dan integritas," dia menambahkan.
Dampak dari kontroversi ini dinilai menjadi titik balik terberat sepanjang satu dekade kepemimpinan Infantino di FIFA. Dikatakan, situasi saat ini sudah mendekati akhir bagi masa jabatan sang Presiden.
Kondisi tersebut kian diperparah oleh laporan bahwa UEFA, AFC, dan CONCACAF telah sepakat untuk membekukan partisipasi mereka dalam tata kelola FIFA hingga Infantino mengundurkan diri.
Langkah dari tiga konfederasi yang memegang lebih dari 140 suara tersebut berpotensi melumpuhkan proses pengambilan keputusan di tubuh FIFA jelang Pemilihan Presiden FIFA 2027 mendatang.
Rabu, 05/08/2026 15:38 WIB
Selasa, 04/08/2026 14:16 WIB