https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kolaborasi Lintas Genre, Forestra 2026 Kembali di Akhir Agustus Ini

Syafira | Selasa, 04/08/2026 13:55 WIB



Forestra hadir dengan visi pertemukan Alam, Musik, dan Manusia dalam satu pengalaman berbeda Forestra 2026 kembali digelar di Orchid Cikole, Lembang, Jawa Barat. (Foto: Jurnas/Ist).

Jakarta, Jurnas.com- Menjelang penyelenggaraannya pada 29 Agustus 2026 mendatang, Tring! by Pegadaian Forestra 2026 menggelar konferensi pers di Habitat Park SCBD, Jakarta, sebagai momentum untuk memperkenalkan konsep, kolaborasi, dan berbagai pembaruan yang akan dihadirkan dalam pertunjukan orkestra hutan terbesar di Indonesia.

Konferensi pers ini dihadiri oleh Barry Akbar selaku CEO ABM, Jay Subyakto sebagai Creative Director, Erwin Gutawa sebagai Music Director, serta sejumlah musisi yang akan tampil di Tring! by Pegadaian Forestra 2026.

Memasuki penyelenggaraan tahun ini, Forestra kembali memperkuat identitasnya sebagai ruang yang mempertemukan alam, musik, dan manusia. Berlokasi di Orchid Forest Cikole, Lembang-Bandung, pertunjukan ini menghadirkan kolaborasi lintas genre yang dipadukan dengan lanskap hutan pinus, tata artistik, tata cahaya, dan visual yang dirancang untuk menyatu dengan alam sehingga setiap penampilan menjadi pengalaman yang hanya dapat dirasakan di Forestra.

Baca juga :
Menag Ajak Perbaiki Lingkungan Lewat Pendekatan Agama

Semangat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi eksklusif Erwin Gutawa Orchestra bersama Mahalini, /rif, Hindia & .Feast, Senyawa, Iwa K, dan Naykilla. Selain itu, Tring! by Pegadaian Forestra 2026 juga menghadirkan penampilan tunggal dari Sukses Lancar Rejeki, Aldy Amis, serta Naykilla & Jemsii yang akan melengkapi perjalanan musikal sejak sore hingga malam hari di tengah keindahan Orchid Forest Cikole.

Bagi Forestra, setiap penyelenggaraan bukan hanya menghadirkan jajaran musisi, tetapi juga terus mengembangkan pengalaman yang membuat pengunjung ingin kembali setiap tahunnya. Mulai dari konsep pertunjukan, pendekatan artistik, hingga suasana yang dibangun di tengah hutan, seluruhnya dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang autentik sekaligus tetap selaras dengan alam.

Baca juga :
Forestra 2023 Sukses Digelar, Simfoni Rasa Alam Raya dan Megahnya Orkestra di Tengah Hutan

Hal tersebut menjadi bagian dari visi yang terus dipegang oleh Barry Akbar selaku CEO ABM sejak Forestra pertama kali diselenggarakan.

"Sejak awal, Forestra hadir dengan visi untuk mempertemukan Alam, Musik, dan Manusia dalam satu pengalaman yang tidak dapat ditemukan di tempat lain. Kami ingin Forestra tidak hanya dikenal sebagai pertunjukan musik tahunan, tetapi juga menjadi destinasi wisata berbasis alam dan musik atau destination concert yang membuat orang ingin kembali ke Bandung setiap tahunnya. Seluruh pengembangan Forestra selalu berangkat dari semangat menghadirkan pengalaman yang autentik, berkualitas, dan tetap selaras dengan alam. Karena bagi kami, Forestra bukan hanya tentang menikmati musik, tetapi tentang menciptakan pengalaman yang dapat dirasakan, dikenang, dan membuat orang ingin kembali lagi," ujar Barry Akbar.

Baca juga :
Kolaborasi dengan Erwin Gutawa, Burgerkill Siap Getarkan Hutan Cikole

Untuk menerjemahkan semangat tersebut ke dalam sebuah pertunjukan, proses musikal menjadi salah satu elemen penting di Forestra tahun ini. Menggabungkan karakter musisi yang berasal dari genre berbeda ke dalam format orkestra membutuhkan proses eksplorasi yang panjang agar setiap karya tetap mempertahankan identitasnya, sekaligus menghadirkan warna baru yang hanya bisa dinikmati di Forestra.

Erwin Gutawa selaku Music Director Forestra menjelaskan bahwa setiap aransemen dikembangkan secara khusus agar kolaborasi tersebut tetap terasa autentik bagi para musisi maupun penonton.

"Bagi saya, aransemen orkestra bukan untuk mengubah sebuah lagu, tetapi memberikan ruang agar lagu tersebut dapat berbicara dengan cara yang berbeda. Setiap musisi memiliki identitas yang harus tetap dijaga, sementaratugas kami adalah menemukan warna baru yang bisa memperkaya karya tersebut. Di Forestra, seluruh proses itu menjadi semakin istimewa karena musik bertemu dengan suasana alam, sehingga menghasilkan pengalaman musikal yang tidak bisa ditemukan di tempat lain," ujar Erwin Gutawa.

Interpretasi baru tersebut nantinya akan dibawakan langsung oleh para musisi yang terlibat dalam Tring! by Pegadaian Forestra 2026. Bagi mereka, tampil bersama Erwin Gutawa Orchestra di tengah suasana hutan menjadi pengalaman yang tak bisa terlewatkan.

Mewakili jajaran penampil, Baskara Putra mengungkapkan antusiasmenya terhadap kolaborasi yang akan dihadirkan pada Forestra tahun ini.

“Yang menarik itu Forestra menghadirkan format yang berbeda. Ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan sebuah pertunjukan yang memberi ruang bagi para musisi untuk berkolaborasi dan menyajikan karya dalam konteks yang lebih utuh. Kesempatan seperti ini tidak datang setiap hari, sehingga bagi kami rasanya ada tujuan dan makna yang lebih dalam. Kami merasa beruntung bisa menjadi bagian dari Forestra tahun ini, tampil bersama Mas Jay, Mas Erwin, serta musisi-musisi yang selama ini kami kagumi seperti /rif, Senyawa, dan lainnya. Semoga penonton bisa merasakan pengalaman yang sama istimewanya saat menyaksikan pertunjukan nanti,” ujar Baskara Putra.

Di balik seluruh pengalaman tersebut, Forestra juga terus mempertahankan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Kembali berkolaborasi dengan Greenpeace Indonesia, Forestra menegaskan upayanya untuk menghadirkan pertunjukan yang selaras dengan alam sekaligus mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap kelestarian hutan Indonesia.

Komitmen tersebut turut diperkuat melalui dukungan Tring! by Pegadaian sebagai Titling Sponsor dari Forestra tahun ini. Tiket Simfoni 4 kini dapat diperoleh dengan harga yang lebih tenang, yaitu di Rp699.000 dari harga sebelumnya Rp799.000 melalui website resmi forestra.id.

Tring! by Pegadaian Forestra 2026 akan berlangsung pada 29 Agustus 2026 di Orchid Forest Cikole, Lembang-Bandung. Menghadirkan harmoni antara alam, musik, dan manusia dalam satu ruang, Forestra kembali mengajak masyarakat menikmati pertunjukan yang tidak hanya dapat didengar, tetapi juga dirasakan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Forestra 2026 Erwin Gutawa Kelestarian Lingkungan

Terkini | Selasa, 04/08/2026 23:01 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777