https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Peluang Dialog AS dan Iran Picu Kenaikan Harga Minyak Global

Mutiul Alim | Selasa, 22/09/2026 13:10 WIB



Harga minyak mentah mencatatkan kenaikan untuk pertama kalinya dalam lima sesi perdagangan pada Selasa (22/9). Stasiun pengisian bahan bakar di Korea Selatan (Foto: EPA)

New York, Jurnas.com - Harga minyak mentah mencatatkan kenaikan untuk pertama kalinya dalam lima sesi perdagangan pada Selasa (22/9). Para investor mengamati perkembangan potensi pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran di Majelis Umum PBB pekan ini, di tengah bertambahnya pasokan yang melintasi Selat Hormuz pada akhir pekan.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik USD$1,14 atau 1,1 persen menjadi USD$101,48 per barel. Sementara itu, kontrak WTI untuk pengiriman Oktober menguat 87 sen atau 0,9 persen ke level USD$96,65 per barel, dan kontrak November yang lebih aktif diperdagangkan naik 85 sen ke posisi USD$93,22 per barel.

Meskipun Teheran dan Washington sempat saling lempar ancaman pada 20 September lalu, Presiden AS Donald Trump menyatakan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang dijadwalkan menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Baca juga :
Biaya Kargo Membengkak, Peta Bisnis Minyak Berubah

"Kenaikan harga ini lebih mencerminkan aksi short-covering setelah penurunan belakangan ini, alih-alih pergeseran fundamental. Para pelaku pasar mengurangi risiko sambil menunggu dinamika narasi diplomatik berkembang," ujar Kepala Analis Pasar KCM Trade, Tim Waterer, dikutip dari Reuters.

Di balik potensi diplomasi, ketegangan di kawasan tetap tinggi setelah kelompok Houthi mengklaim menyerang Riyadh serta fasilitas Saudi Aramco di Yanbu. Respons terhadap eskalasi ini memicu China mendesak Teheran secara tertutup untuk membantu meredam aksi Houthi, menyusul permintaan bantuan dari Arab Saudi kepada Beijing.

Baca juga :
Volume Pengiriman Minyak di Selat Hormuz Tembus Rekor

Di sisi lain, kekhawatiran gangguan pasokan mulai mereda setelah pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mencapai rekor tertinggi dalam enam bulan.

Data pelacakan kapal menunjukkan Saudi Aramco memuat sekitar 14 juta barel minyak mentah ke atas tujuh kapal supertanker di Teluk Persia, sebagai kompensasi penutupan sementara pipa East-West.

Baca juga :
Konflik Meluas, Trump Berharap Perang Lawan Iran Berakhir

Sementara itu dari Afrika Utara, produksi di ladang minyak Sharara Libya merosot hingga 200.000 barel per hari akibat penutupan katup pipa menuju Pelabuhan Zawiya oleh kelompok bersenjata pada 21 September, menyisakan volume produksi harian di kisaran 100.000 hingga 105.000 barel.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Harga Minyak Global Brent WTI Dialog AS Iran Perang AS vs Iran

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777