Kamis, 17/09/2026 15:29 WIB

Konflik Meluas, Trump Berharap Perang Lawan Iran Berakhir





Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berharap akhir dari perang melawan Iran sudah semakin dekat, sejak agresi dibuka oleh AS dan Israel pada 28 Februari

Presiden AS Donald Trump berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80, di New York City, New York, AS, 23 September 2025. REUTERS

Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berharap akhir dari perang melawan Iran sudah semakin dekat, sejak agresi dibuka oleh AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Pernyataan ini disampaikan di tengah meluasnya konflik yang memasuki bulan ketujuh, ditandai dengan jet tempur Arab Saudi yang membombardir wilayah Yaman, serta serangan drone dan rudal balistik milisi Houthi ke kota-kota Arab Saudi.

Penyebaran konflik ke wilayah Yaman terjadi setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan cepat di sepanjang Laut Merah, serta merusak pipa minyak East-West milik Arab Saudi.

"Semoga kita berada di penghujung perang. Mereka ingin membuat kesepakatan. Kita akan lihat bagaimana hasilnya," ujar Donald Trump dikutip dari Reuters pada Kamis (17/9). Dia juga mengklaim telah menerima komunikasi secara langsung dari Teheran.

Menanggapi situasi keamanan yang kian memburuk, Gedung Putih memperketat peringatan perjalanan ke Arab Saudi dengan melarang pegawai pemerintah mendekati area dalam radius 30 kilometer dari perbatasan Yaman.

Meluasnya medan pertempuran ke Yaman kian memperparah krisis pasokan energi global akibat terganggunya jalur pelayaran vital di Selat Hormuz. Pipa minyak East-West Arab Saudi yang mengalami kerusakan memperbesar risiko penutupan pasokan hingga empat persen dari total minyak dunia.

Lonjakan harga bahan bakar, termasuk kenaikan harga eceran solar di AS yang menembus rekor tertinggi di atas 6,30 dolar AS per galon, menjadi isu politik sensitif yang menekan Partai Republik menjelang pemilihan umum sela pada November mendatang.

Kendati demikian, harga minyak mentah Brent sempat melandai ke kisaran 104,59 dolar AS per barel pada Kamis (17/9/2026), setelah Arab Saudi menawarkan kargo minyak tambahan melalui Oman.

Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengonfirmasi bahwa pasukannya meluncurkan serangan baru ke pelabuhan minyak Yanbu di Laut Merah serta pangkalan udara di Khamis Mushait, sembari mengklaim bahwa Arab Saudi telah melancarkan sekitar 450 serangan udara ke Yaman dalam sepekan terakhir.

Guna meredam eskalasi kawasan, Trump dilaporkan dijadwalkan bakal menggelar pertemuan khusus dengan para pemimpin dan menteri luar negeri dari negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), termasuk Arab Saudi, UEA, Qatar, Bahrain, Kuwait, dan Oman, di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB pada 22 September mendatang.

KEYWORD :

Perang AS vs Iran Donald Trump Konflik Saudi vs Houthi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :