Peziarah mengelilingi Kabah saat melakukan Tawaf di Masjidil Haram, menjelang ibadah haji, di Mekah, Arab Saudi, 11 Juni 2024. REUTERS
Riyadh, Jurnas.com - Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menuding kelompok milisi Houthi dari Yaman berupaya menyerang kota suci Mekah pada Rabu (16/9/2026).
Dikatakan bahwa Sistem Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone tempur Houthi, sebelum memasuki wilayah udara terlarang Mekah.
Juru bicara Koalisi, Turki al-Maliki, mengecam keras aksi tersebut dan menegaskan bahwa keselamatan tempat suci umat Islam merupakan prioritas utama yang tidak dapat diganggu gugat.
Sebanyak 328 Pasien Corona Sembuh di Arab Saudi
"Keamanan Dua Kota Suci dan para jamaah adalah garis merah. Komando Pasukan Gabungan Koalisi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas dan preventif yang diperlukan terhadap milisi teroris Houthi," kata Turki al-Maliki melalui pernyataan resminya, sebagaimana dikutip dari DW pada Rabu (16/9).
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang beranggotakan 57 negara Muslim juga mengecam keras insiden tersebut, dan menyatakannya sebagai bentuk pelanggaran yang tidak dapat ditoleransi terhadap kesucian situs keagamaan.
Namun, Houthi dengan cepat membantah tuduhan koalisi dan menyebut klaim serangan ke Mekah sebagai sebuah bentuk propaganda.
"Klaim tentang penargetan Mekah adalah kebohongan usang yang pernah digunakan sebelumnya dan tidak lagi menipu siapa pun," ujar anggota biro politik Houthi, Hazem al-Assad.
Eskalasi pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi dengan milisi Houthi kian meluas hingga mengancam keamanan wilayah selatan Arab Saudi.
Pada Senin malam, gelombang serangan drone dan rudal Houthi melukai 13 orang di wilayah perbatasan, sehingga menambah total korban luka menjadi sekitar 100 orang sejak eskalasi memuncak pada Juli lalu.
Konflik ini juga memperparah krisis jalur pelayaran global setelah Houthi memblokir lalu lintas kapal tanker Saudi di Selat Bab Al-Mandab, rute alternatif ekspor minyak Saudi saat Selat Hormuz mengalami blokade akibat perang AS dan Iran.
Menanggapi situasi yang kian memburuk, Kedutaan Besar AS di Arab Saudi telah mengeluarkan imbauan agar warganya mempertimbangkan ulang rencana perjalanan ke kerajaan tersebut.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Serangan Drone Houthi Kota Mekah Konflik Saudi vs Houthi

























