Pelatih AC Milan, Ruben Amorim (Foto: Sports Mole)
Milan, Jurnas.com - Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, mengakui bahwa dia memberikan kebebasan lebih kepada para pemainnya saat menaklukkan Lecce dengan skor telak 3-0 pada laga lanjutan Serie A.
Langkah adaptasi taktis ini diambil karena Amorim enggan mengulangi kesalahan yang pernah dilakukannya semasa menangani Manchester United, kala dia terlalu kaku terpaku pada satu sistem permainan.
Sebelum laga kontra Lecce, Amorim sempat berada di bawah tekanan usai Rossoneri mencatatkan hasil imbang beruntun melawan Juventus dan Lazio di kasta domestik, serta menderita kekalahan menyakitkan 0-2 dari Benfica di ajang Europa League.
Situasi tersebut mendorong pelatih asal Portugal itu melakukan penyesuaian taktis, salah satunya mengubah pola build-up dari lini belakang menggunakan empat bek alih-alih tiga bek, dengan menggeser Mario Gila sedikit lebih melebar.
Keputusan tersebut terbukti ampuh. Christian Pulisic yang tampil sebagai starter untuk pertama kalinya musim ini membuka keunggulan lewat gol perdananya di tahun 2026, disusul gol dari Adrien Rabiot dan Diego Moreira pada babak kedua yang mengunci kemenangan 3-0 Milan atas Lecce.
"Peningkatan yang kami tunjukkan sangat banyak. Kebebasan bergerak para pemain, terutama tusukan dari lini kedua, membuat kami tidak hanya sekadar menguasai bola tetapi juga menjadi tim yang sangat berbahaya," ujar Amorim kepada DAZN Italia yang dikutip Football-Italia pada Senin (21/9).
Ketika ditanya mengenai pemicu perubahan strategi tersebut, juru taktik berusia 41 tahun itu menegaskan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangannya berdasarkan hasil evaluasi atas kekurangan tim di laga-laga sebelumnya.
"Apa yang saya rasakan di beberapa pertandingan terakhir sama seperti yang saya rasakan saat di Manchester United, dan saya tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama. Terkadang kami tidak memiliki karakteristik pemain yang sempurna untuk bermain dengan cara ideal yang saya inginkan. Jika kami tidak memilikinya, kami yang harus beradaptasi," kata dia.
Doa menambahkan bahwa fleksibilitas taktis sangat krusial di Italia lantaran kualitas para pelatih lawan yang sangat jeli membaca skema permainan.
Amorim juga memberikan klarifikasi mengenai peran gelandang veteran Luka Modric, yang kembali dipercaya menjadi starter usai sempat ditarik keluar pada jeda babak pertama saat melawan Lazio, dan menjadi cadangan sewaktu menghadapi Benfica.
"Kami perlu banyak menguasai bola agar dia bisa memberikan potensi terbaiknya. Pada laga dengan skema pertahanan lawan yang sangat rapat, kami bisa sangat memanfaatkan peran Modric," kata Amorim.
Kemenangan atas Lecce membuat AC Milan mengoleksi 11 poin dari lima laga awal Serie A, hanya tertinggal dua poin dari trio pemimpin klasemen sementara Roma, Inter Milan, dan Lazio.
Minggu, 13/09/2026 11:35 WIB