https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

6 Adab Mengiringi Jenazah ke Pemakaman

Muhammad Habib Saifullah | Senin, 21/09/2026 14:05 WIB



Mengiringi jenazah bukan sekadar bentuk penghormatan terakhir, melainkan momentum bagi pelayat untuk merenungi kematian. Ilustrasi - jenazah yang sudah dimandikan (Foto: Adobe Stock)

Jakarta, Jurnas.com - Mengurus jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga mengantarkannya ke liang lahad, merupakan fardu kifayah bagi umat Islam.

Khusus dalam proses mengiringi jenazah menuju area pemakaman, syariat Islam telah menetapkan sejumlah adab yang bertujuan untuk menjaga kekhusyukan dan kehormatan almarhum.

Mengiringi jenazah bukan sekadar bentuk penghormatan terakhir, melainkan momentum bagi pelayat untuk merenungi kematian.

Baca juga :
Bacaan Doa di Hari Senin Lengkap dengan Artinya

Oleh karena itu, terdapat tata krama yang harus diperhatikan selama berada dalam rombongan pengantar jenazah agar terhindar dari perbuatan yang melanggar norma agama.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini enam adab mengiringi jenazah:

Baca juga :
Doa Agar Terhindari dari Iri dan Dengki

1. Menjaga Ketenangan

Pengantar jenazah dianjurkan untuk diam dan tidak berbicara dengan suara keras, termasuk larangan mengobrol tentang urusan duniawi atau bergurau.

Baca juga :
Doa Pagi Agar Berkah Sepanjang Hari

Kesunyian ini bertujuan agar para pelayat dapat fokus mendoakan almarhum dan merenungi kematian.

Mengangkat suara keras, meskipun untuk berzikir atau membaca Al-Qur`an secara bersahutan, menurut sebagian ulama salaf sebaiknya dihindari dan dianjurkan diganti dengan zikir di dalam hati.

2. Posisi Berjalan Dekat dengan Keranda

Pelayat dianjurkan berjalan tidak terlalu jauh dari keranda jenazah. Pejalan kaki diperbolehkan berada di depan, di belakang, atau di samping keranda.

3. Berjalan Cepat Tanpa Tergesa-gesa

Pembawa keranda dan rombongan pengiring disunahkan untuk berjalan dengan tempo yang sedikit lebih cepat dari langkah santai, namun tidak sampai berlari hingga mengguncang jenazah di dalam keranda.

Langkah cepat ini bertujuan untuk menyegerakan jenazah mendapatkan balasan atas amal perbuatannya di alam kubur.

4. Memperbanyak Zikir dan Tafakur

Sepanjang perjalanan menuju tempat pemakaman, pengantar disunahkan untuk memperbanyak doa memohonkan ampunan bagi almarhum. Selain itu, pelayat dianjurkan melakukan tafakur (perenungan) bahwa kelak dirinya juga akan berada di posisi yang sama dan diantarkan ke liang kubur.

5. Tidak Duduk Sebelum Keranda Diletakkan

Apabila rombongan telah tiba di area pemakaman, para pengantar dilarang langsung duduk sebelum keranda jenazah diturunkan dari pundak dan diletakkan di tanah.

Adab ini merupakan bentuk penghormatan kepada jenazah. Pelayat baru diperbolehkan duduk setelah keranda diletakkan atau ketika proses penurunan jenazah ke liang lahad dimulai.

6. Makruh bagi Perempuan Mengikuti Prosesi

Mayoritas ulama fikih memakruhkan perempuan untuk ikut berjalan mengiringi jenazah hingga ke area pemakaman. Hukum ini didasarkan pada riwayat hadis Ummu Atiyyah yang menyebutkan bahwa perempuan dilarang mengikuti rombongan jenazah, meskipun larangan tersebut tidak sampai pada derajat haram mutlak.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Adab Ziarah Adab Mengiringi Jenazah Info Keislaman

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777