https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengapa Hari Badak Sedunia Diperingati Setiap 22 September?

Vaza Diva | Selasa, 22/09/2026 03:03 WIB



Peringatan Hari Badak Sedunia atau World Rhino Day yang jatuh setiap tanggal 22 September memiliki rekam jejak panjang yang berakar dari krisis perburuan liar. Badak Putih Utara yang berada di ambang kepunahan - Hari Badak Sedunia setiap 22 September (Foto: BBC)

Jakarta, Jurnas.com - Peringatan Hari Badak Sedunia atau World Rhino Day yang jatuh setiap tanggal 22 September memiliki rekam jejak panjang yang berakar dari krisis perburuan liar dan terancamnya populasi mamalia besar ini di habitat aslinya.

Peringatan ini bukan sekadar momen seremonial, melainkan kampanye global untuk menyelamatkan lima spesies badak yang masih tersisa di dunia dari ancaman kepunahan.

Inisiatif ini berawal pada tahun 2010 ketika organisasi World Wildlife Fund (WWF) Afrika Selatan mengumumkan rencana penetapan Hari Badak.

Baca juga :
Hari Syukur Sedunia 21 September: Sejarah, Tujuan, dan Maknanya

Langkah tersebut diambil sebagai respons atas maraknya perburuan liar yang mengincar cula badak untuk diperdagangkan secara ilegal.

Setahun kemudian, pada 2011, kampanye ini berubah menjadi gerakan global setelah seorang aktivis konservasi bernama Lisa Jane Campbell menghubungi Chishakwe Ranch di Zimbabwe.

Baca juga :
Hari Perdamaian Internasional Setiap 21 September, Ini Sejarahnya

Kolaborasi tersebut berhasil menyatukan para aktivis, LSM, lembaga pemerintah, dan masyarakat internasional untuk menggaungkan perlindungan badak secara serentak setiap tanggal 22 September.

Fokus utama dari peringatan ini adalah meningkatkan kepedulian publik terhadap lima spesies badak dunia, yaitu Badak Hitam dan Badak Putih di Afrika, serta Badak India, Badak Jawa, dan Badak Sumatera di Asia.

Baca juga :
Mengapa Hari Alzheimer Sedunia Diperingati Setiap 21 September?

Dua dari spesies tersebut, yakni Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), berstatus sangat terancam punah (critically endangered) dan menjadikannya prioritas utama dalam agenda konservasi di Indonesia.

Melalui peringatan tahunan ini, berbagai lembaga lingkungan global menekankan pentingnya penghentian perburuan liar, perlindungan habitat yang kian menyempit akibat alih fungsi lahan, serta penegakan hukum terhadap perdagangan cula ilegal.

Peringatan 22 September menjadi pengingat bahwa tanpa tindakan nyata dari seluruh lapisan masyarakat internasional, spesies purba ini berisiko hilang selamanya dari muka bumi.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Badak Sedunia 22 September Peringatan Internasional Bulan September

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777