Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Kepala Suku Adat Papua sekaligus Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Ones Pahabol, meminta Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan program pendidikan gratis dan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Tanah Papua.
Karena itu, dia berharap presiden menghitung dengan cermat anggaran tahun ini, sehingga tahun depan program serupa dapat menjangkau seluruh rakyat Papua, lantaran menyangkut masa depan anak Indonesia Emas.
Hal tersebut disampaikan Ones di hadapan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
"Perhatian terhadap pendidikan perlu menjadi prioritas, selain itu juga program pemenuhan gizi masyarakat. Seluruh masyarakat Papua Raya punya aspirasi agar kesenjangan di tanah Papua dapat teratasi dengan baik," kata Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua Pegunungan tersebut pada Sabtu (19/9).
Ones Pahabol juga menyinggung pelaksanaan Program MBG. Menurut dia, MBG di Papua tidak hanya menghadirkan perubahan dalam pola pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mulai membentuk fondasi ekonomi baru yang memberi harapan besar bagi masyarakat kampung. Selama ini, banyak program pembangunan di Papua lebih sering dipahami sebatas pembangunan fisik dan infrastruktur.
"Kehadiran Program MBG menunjukkan bahwa pembangunan manusia kini menjadi perhatian utama pemerintah di Papua. Anak-anak sekolah yang sebelumnya harus belajar dalam kondisi asupan gizi terbatas kini mulai mendapatkan perhatian serius melalui penyediaan makanan sehat dan bergizi setiap hari," ujar dia.
Dikatakan, langkah tersebut sangat penting karena kualitas generasi muda Papua akan sangat menentukan masa depan pembangunan daerah dalam jangka panjang. Anak-anak yang sehat akan tumbuh lebih kuat, lebih aktif belajar, dan memiliki kesiapan lebih baik untuk bersaing di masa depan.
Program MBG juga menciptakan pergerakan ekonomi yang nyata di tingkat masyarakat. Kebijakan pemerintah Provinsi Papua yang mendorong pemanfaatan hasil kebun dan tangkapan ikan masyarakat lokal untuk mendukung kebutuhan dapur MBG menjadi langkah yang sangat strategis.
"Selama ini, petani dan nelayan di banyak wilayah Papua sering menghadapi keterbatasan pasar dan distribusi hasil produksi. Kini, melalui MBG, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar membuka peluang pasar yang stabil bagi masyarakat lokal," dia menambahkan.
Karena itu program ini harus bisa menyentuh setiap anak Indonesia yang ada di Tanah Papua Raya untuk menyelesaikan aspek penanganan stunting. Di sisi lain, program ini juga menggerakkan roda ekonomi lokal melalui rantai pasok berbagai dapur MBG.
Dia juga menyingung musim kemarau panjang yang membuat masyarakat kehilangan makanan sehari-hari, terutama umbi-umbian dan sayur-sayuran, mengakibatkan masyarakat sulit membiayai anak sekolah dan makanan di sekolah.
"Kita harapkan di setiap kabupaten bangun Sekolah Rakyat ini otomatis makanan gratis dan mutu pendidikan yang berkualitas pembangunan manusia itu sendiri," ujar dia.
Minggu, 20/09/2026 08:14 WIB
Minggu, 13/09/2026 11:35 WIB
Minggu, 20/09/2026 10:30 WIB