https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengenal Sejarah Hari Puputan Badung yang Diperingati Setiap 20 September

Vaza Diva | Minggu, 20/09/2026 10:30 WIB



Setiap tanggal 20 September, masyarakat Bali memperingati Hari Puputan Badung. Ilustrasi - Monumen Puputan Badung di Denpasar (Foto: denpasarkota.go.id)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 20 September, masyarakat Bali memperingati Hari Puputan Badung, sebuah peristiwa sejarah kelam sekaligus penuh heroism yang terjadi pada tahun 1906.

Kata puputan yang berasal dari bahasa Bali berarti habis-habisan atau putus, mencerminkan tekad pantang menyerah raja dan rakyat Kerajaan Badung yang memilih gugur di medan perang daripada tunduk pada penjajahan Belanda.

Sengketa bersejarah ini bermula dari insiden kandasnya kapal dagang berbendera Hindia Belanda, Sri Kumala, di Pantai Sanur pada April 1904.

Baca juga :
Mengapa Hari Kesadaran Diseksi Aorta Diperingati Setiap 19 September?

Pemerintah kolonial menuduh masyarakat lokal melakukan penjarahan atas muatan kapal dan menuntut ganti rugi sebesar 3.000 ringgit kepada Raja Badung, I Gusti Ngurah Made Agung.

Raja menolak tuntutan tersebut karena menilai tuduhan penjarahan tidak terbukti dan menganggapnya sebagai dalih Belanda untuk mengikis kedaulatan kerajaan.

Baca juga :
Insiden Hotel Yamato 19 September 1945: Ini Sejarah dan Latar Belakangnya

Penolakan keras itu berlanjut pada blokade ekonomi dan puncaknya militer Belanda melancarkan ekspedisi penyerangan ke wilayah Badung pada September 1906.

Menghadapi gempuran pasukan kolonial yang bersenjata modern, Raja I Gusti Ngurah Made Agung memimpin langsung ribuan prajurit, kerabat istana, serta rakyatnya keluar dari puri.

Baca juga :
Mengapa Ada Hari Cheeseburger Nasional Setiap 18 September?

Berpakaian serba putih dan bersenjatakan keris serta tombak, mereka menerjang barisan musuh dalam aksi puputan.

Peristiwa di Puri Denpasar dan Puri Pemecutan tersebut mengakibatkan ribuan jiwa gugur mempertahankan kehormatan tanah kelahiran.

Hingga kini, semangat pengorbanan I Gusti Ngurah Made Agung yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional serta nilai-nilai patriotisme Perang Puputan Badung terus diwariskan kepada generasi muda Bali sebagai simbol keteguhan prinsip, harga diri, dan cinta tanah air.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Puputan Badung 20 September Sejarah Indonesia Bulan September

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777