https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

CEO Nvidia Bantah Teknologi AI Picu Kepunahan Manusia

Mutiul Alim | Minggu, 20/09/2026 03:30 WIB



Chief Executive Officer (CEO) Nvidia, Jensen Huang, menepis kekhawatiran bahwa perkembangan kecerdasan artifisial (AI) memicu kepunahan umat manusia Logo perusahaan teknologi Nvidia terlihat di kantor pusat Santa Clara, California 11 Februari 2015. REUTERS/Robert Galbraith

San Francisco, Jurnas.com - Chief Executive Officer (CEO) Nvidia, Jensen Huang, menepis kekhawatiran bahwa perkembangan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) memicu kepunahan umat manusia.

Dalam wawancaranya bersama CBS News, Huang menegaskan bahwa peluang dunia bakal menghadapi kiamat akibat ancaman AI pada 2030 berada di tingkat nol persen. Dia meyakini bahwa berbagai risiko yang menyertai pengembangan AI dapat dikelola dan dikendalikan secara aman.

Pernyataan tersebut kembali disampaikan Huang dalam sejumlah forum, guna menolak berbagai gagasan yang bertujuan memperlambat laju riset AI, maupun pemberlakuan regulasi baru yang terlampau ketat bagi industri.

Baca juga :
AI Ancam Keamanan Siber hingga Bikin Traffic Media Anjlok

Pandangan Huang mengemuka di tengah memanasnya debat internal di industri teknologi mengenai arah pengembangan sistem AI mutakhir, terkait keamanan dan hilangnya lapangan pekerjaan.

Awal September ini, pengunduran diri Jacob Coxon dari Anthropic kembali memicu kekhawatiran publik, setelah dia memperingatkan bahwa sejumlah peneliti AI secara serius meyakini teknologi ini dapat mengancam keselamatan manusia sebelum akhir dekade ini.

Baca juga :
PBB Sebut AI Dapat Jadi Ancaman Bagi Umat Manusia

Fenomena ini mempertegas keretakan pandangan di kalangan pelaku industri terkait kecepatan pengembangan dan batasan keamanan yang ideal.

Kendati menolak seruan untuk memperlambat inovasi dan mendesak industri untuk bergerak secepat mungkin, Huang menggarisbawahi pentingnya standar keselamatan sebelum produk dilepas ke publik.

Baca juga :
Iwakum dan Hukumonline Perkuat Riset Hukum Berbasis AI

"Sektor industri harus bergerak secepat mungkin, namun perusahaan sama sekali tidak boleh meluncurkan atau menjual produk ke pasar sebelum dinyatakan aman dan benar-benar matang," kata Jensen Huang dikutip dari Aljazeera pada Sabtu (19/9).

Sebagai penyedia utama prosesor yang menopang sebagian besar aplikasi dan model AI global, posisi Nvidia dan kepemimpinan Huang berada di pusat dinamika penentuan arah masa depan teknologi kecerdasan buatan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Jensen Huang CEO Nvidia Kepunahan Manusia Kecerdasan Buatan Bahaya AI

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777