https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kawasan Bandara Saudi Dihujani Rudal dan Drone Houthi

Mutiul Alim | Minggu, 20/09/2026 02:45 WIB



Kebakaran besar dan kepulan asap hitam melanda area dekat Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (19/9). Kebakaran akibat serangan militer Houthi di kawasan Bandara Internasional King Khalid, Arab Saudi (Foto: Reuters)

Sanaa, Jurnas.com - Kebakaran besar dan kepulan asap hitam melanda area dekat Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Sabtu (19/9). Insiden tersebut terjadi setelah kelompok milisi Houthi dari Yaman mengklaim melancarkan serangan udara berskala besar ke ibu kota Arab Saudi serta fasilitas minyak di wilayah pesisir.

Petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang membakar tangki penyimpanan bahan bakar berlogo Aramco di depo dekat area bandara.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi bahwa pasukannya meluncurkan dua operasi militer menggunakan gelombang rudal balistik, rudal jelajah, serta drone tempur.

Baca juga :
Konflik Meluas, Trump Berharap Perang Lawan Iran Berakhir

"Operasi pertama menargetkan lokasi-lokasi sensitif di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, sedangkan operasi kedua menargetkan fasilitas Aramco di Yanbu," ujar Yahya Saree melalui pernyataan resminya, dikutip dari AFP.

Situs pemantau penerbangan FlightRadar24 sempat mencatat gangguan penerbangan skala besar di Bandara Internasional King Khalid sebelum lalu lintas udara berangsur pulih. Warga di utara kota Riyadh melaporkan mendengar suara ledakan keras yang menggetarkan bangunan pemukiman setelah otoritas setempat mengeluarkan peringatan bahaya udara.

Baca juga :
Balas Tuduhan Saudi Soal Serang Mekah, Houthi: Bohong!

Serangan ke ibu kota Arab Saudi terjadi di tengah penetrasi cepat milisi Houthi yang berhasil menguasai sebagian besar wilayah pesisir Laut Merah di Yaman, termasuk jalur strategis Selat Bab Al-Mandab. Eskalasi pertempuran tersebut menghancurkan gencatan senjata rapuh yang bertahan sejak 2022 lalu.

Sebagai respons atas ancaman yang kian meningkat, Departemen Luar Negeri AS menyetujui penjualan 48 unit jet tempur F-35 senilai USD$24,3 miliar kepada Kerajaan Arab Saudi untuk memperkuat pertahanan udaranya.

Di saat bersamaan, PBB mengonfirmasi bahwa kebangkitan konflik di Yaman telah menyebabkan lebih dari 112.000 warga mengungsi, serta mengancam stabilitas jalur perdagangan maritim global yang sebelumnya telah tertekan oleh blokade Selat Hormuz.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Konflik Saudi vs Houthi Bandara Riyadh Kebakaran Depo Aramco

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777