https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Volume Pengiriman Minyak di Selat Hormuz Tembus Rekor

Mutiul Alim | Minggu, 20/09/2026 02:17 WIB



Pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) melalui Selat Hormuz dalam dua pekan terakhir mencatatkan volume tertinggi dalam enam bulan terakhir. Iran menegaskan akan memberikan sanksi tegas bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz tanpa mengikuti aturan yang telah ditetapkan (Foto: Anadolu)

Teheran, Jurnas.com - Pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) melalui Selat Hormuz dalam dua pekan terakhir mencatatkan volume tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Komandan Komando Pusat AS (US Central Command), Laksamana Brad Cooper, pada Sabtu (19/9) menyatakan bahwa peningkatan ini menandakan efektivitas pengawalan angkatan laut dan pembersihan ranjau oleh pihak AS.

"Momentum ini makin menguat. Jalur transit utama di selat telah bersih dari ranjau, dan sekutu Teluk Persia telah mengirimkan lebih dari satu miliar barel minyak mentah dalam beberapa bulan terakhir," ujar Brad Cooper dikutip dari Bloomberg.

Baca juga :
Harga Solar di AS Tembus Rp114 Ribu per Galon

Peningkatan arus pelayaran mengemuka di tengah tekanan krisis energi global akibat kecamuk perang AS-Iran, serta gelombang serangan drone yang sempat melumpuhkan jalur pipa minyak East-West milik Arab Saudi.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang tengah menghadapi lonjakan harga bahan bakar menjelang pemilu sela terus memantau pemulihan lalu lintas kapal tanker.

Baca juga :
Krisis Selat Hormuz Jadi Gangguan Terburuk Perdagangan Global

Menteri Energi AS Chris Wright sebelumnya mengestimasikan pasar global masih bergantung pada transit sekitar 10 juta barel minyak dan produk olahannya per hari melalui Selat Hormuz.

Meskipun volume pengiriman minyak Teluk naik, situasi keamanan di kawasan masih rentan. Otoritas Arab Saudi mengeluarkan dua peringatan serangan udara di ibu kota Riyadh pada hari yang sama. Serangan drone dilaporkan menghantam fasilitas bahan bakar jet di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.

Baca juga :
Trump Hadapi Keputusan Besar soal Serangan Besar-besaran ke Iran

Eskalasi serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi kian intensif sepanjang September akibat gempuran milisi Houthi dari Yaman serta serangan kelompok milisi pro-Teheran dari Irak. Selain itu, Houthi mengklaim masih memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Saudi di jalur Laut Merah.

Di sisi lain, militer AS terus menerapkan blokade ketat di Selat Hormuz terhadap kapal-kapal pengangkut milik Iran. Cooper mengonfirmasi bahwa pengetatan armada AS menyebabkan Iran mencatatkan nol ekspor minyak melalui jalur maritim strategis tersebut.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Selat Hormuz Perang AS vs Iran Distribusi Minyak Global

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777