Sabtu, 19/09/2026 04:01 WIB

Harga Solar di AS Tembus Rp114 Ribu per Galon





Rata-rata harga bahan bakar solar di Amerika Serikat melonjak mencapai 6,44 dolar per galon (sekitar Rp114.000 untuk 3,8 liter).

Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat (Foto: Reuters)

Washington, Jurnas.com - Rata-rata harga bahan bakar solar di Amerika Serikat melonjak mencapai 6,44 dolar per galon (sekitar Rp114.000 untuk 3,8 liter) sehingga mencetak rekor tertinggi baru, jelas data Asosiasi Otomobil Amerika (AAA).

Sebelumnya, rekor tertinggi sepanjang sejarah tercatat pada musim panas 2022, ketika harga solar rata-rata menyentuh 5,85 dolar (sekitar Rp87.000 kurs saat itu) per galon.

Pada 4 September tahun ini, angka tersebut melewati batas rekor lama dan terus melonjak sejak saat itu.

Sementara itu di California, di mana harga bahan bakar secara konsisten lebih mahal dibanding rata-rata nasional, harga solar telah melampaui 8,39 dolar (sekitar Rp149.000) per galon.

Pada Senin (14/9), Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kenaikan harga solar global utamanya dipicu oleh konflik antara Rusia dan Ukraina, ketimbang konflik di Iran.

Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai menggempur sejumlah target di Iran, yang dibalas oleh Iran dengan serangan balasan.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani memorandum penghentian permusuhan, tetapi tidak lama setelahnya kembali saling melakukan serangan.

Hingga saat ini, konflik tersebut belum terselesaikan.

Eskalasi konflik itu praktis menghentikan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz, rute pasokan krusial bagi minyak bumi, produk olahan minyak, serta gas alam cair (LNG) global.

Alhasil, harga bahan bakar melonjak di sebagian besar negara.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

KEYWORD :

Konflik Timur Tengah Solar AS Harga Solar Selat Hormuz Harga BBM




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :