Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung berbicara saat penutupan upacara pelantikannya di Majelis Nasional di Seoul pada 4 Juni 2025. Foto via REUTERS
Seoul, Jurnas.com - Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mengerahkan aset militer ke Timur Tengah yang berpotensi menyeret negaranya ke dalam arus konflik. Kendati demikian, Seoul tetap mengkaji peran minimal untuk menjaga keamanan jalur pelayaran komersial di wilayah tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Lee dalam konferensi pers di Seoul pada Jumat (18/9/2026), menanggapi tekanan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar Korea Selatan berkontribusi lebih aktif secara militer dalam mendukung Washington terkait perang di Iran.
"Tidak akan ada pengerahan pasukan yang akan melibat atau menyeret kita ke dalam perang. Saya dapat menyampaikan hal itu secara sangat jelas. Kami tidak akan mengerahkan aset militer dalam bentuk apa pun untuk tujuan tersebut," tegas Lee Jae-myung dikutip dari Reuters.
Meski menolak keterlibatan perang, Lee menambahkan bahwa Korea Selatan tetap wajib mengambil langkah minimum sebagaimana negara lain demi melindungi kapal komersial, pasokan minyak mentah, serta keselamatan warga negaranya di kawasan Selat Hormuz.
Penolakan keterlibatan militer ini memperpanjang dinamika ketegangan antara Seoul dan Washington. Sebelumnya, Trump sempat mengkritik Seoul atas minimnya dukungan perang dan membalasnya dengan memangkas porsi latihan militer gabungan kedua negara.
Terkait perundingan komitmen investasi Korea Selatan di AS sebesar USD$350 miliar guna mendapatkan kelonggaran tarif impor menjadi 15 persen, Lee mengakui adanya poin-poin kelayakan komersial yang sulit diterima Seoul, meski kedua pihak kini diklaim semakin mendekati kesepakatan akhir.
Di sisi lain, Lee menilai adanya peluang pertemuan kembali antara Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dalam beberapa bulan mendatang, seiring keinginan kuat Trump untuk membuka ruang dialog.
Selain itu, Lee yang mengalami penurunan tingkat kepuasan publik menegaskan komitmennya untuk tidak mencalonkan diri kembali pada pemilu mendatang. Dia memastikan masa jabatannya akan berakhir pada tahun 2030 sesuai ketentuan konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden hanya satu periode selama lima tahun.
"Izinkan saya menyatakan ini dengan tegas. Saya sama sekali tidak berniat untuk mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan berturut-turut," ujar Lee.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Donald Trump Presiden Korsel Lee Jae-myung Konflik Timur Tengah
























