Ilustrasi - Hari Dharma Wanita Nasional setiap 5 Agustus, ini sejarah hingga tujuannya (Foto: dharmawanitapersatuan.id)
Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 5 Agustus, masyarakat Indonesia memperingati Hari Dharma Wanita Nasional.
Peringatan tahunan ini menjadi momentum historis untuk mengenang perjalanan panjang wadah berhimpunnya para istri Aparatur Sipil Negara, sekaligus mengapresiasi kontribusi dan peran strategis perempuan dalam mendukung roda pemerintahan serta pembangunan nasional.
Akar sejarah peringatan ini bermula pada 5 Agustus 1974 di masa pemerintahan Orde Baru. Kala itu, Ibu Negara Siti Hartinah Soeharto bersama Ketua Dewan Pembina KORPRI, Amir Machmud, menginisiasi pembentukan organisasi Dharma Wanita.
Langkah ini diambil untuk menyatukan serta membina para istri pegawai Republik Indonesia, anggota ABRI, hingga pegawai BUMN agar dapat saling mendukung tugas suami sekaligus berperan aktif dalam bidang sosial, pendidikan, dan ekonomi.
Perjalanan organisasi ini mengalami pergeseran mendasar saat Indonesia memasuki era Reformasi. Melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa pada bulan Desember 1999, nama organisasi resmi disesuaikan menjadi Dharma Wanita Persatuan.
Transformasi tersebut tidak hanya merubah nama, tetapi juga mengubah garis arah organisasi menjadi wadah kemasyarakatan yang independen, netral dari pengaruh politik, dan berfokus penuh pada pemberdayaan perempuan serta kesejahteraan keluarga.
Perubahan struktur tersebut kerap memunculkan kekeliruan di tengah masyarakat mengenai dua tanggal peringatannya.
Tanggal 5 Agustus diperingati sebagai Hari Dharma Wanita Nasional berdasarkan momentum historis pendirian pertamanya pada tahun 1974.
Sementara itu, tanggal 7 Desember dirayakan sebagai Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan untuk memperingati pengesahan bentuk dan tata kelola baru organisasi di era Reformasi.
Memasuki era modern, peran Dharma Wanita Persatuan terus bertransformasi menjawab tantangan zaman.
Tidak lagi terbatas pada kegiatan pendukung instansi, organisasi ini aktif mengambil bagian dalam berbagai isu krusial nasional, mulai dari percepatan penanganan tengkes (stunting), literasi digital, hingga penguatan ekonomi keluarga berbasis UMKM.
Peringatan setiap tanggal 5 Agustus pun tetap berdiri sebagai simbol kekuatan komunal perempuan Indonesia dalam memperkuat pondasi keluarga dan bangsa.
Selasa, 04/08/2026 22:50 WIB
Selasa, 04/08/2026 20:50 WIB
Selasa, 04/08/2026 14:16 WIB