https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Penelitian Ungkap Minum Air Saat Makan Cenderung Makan Lebih Banyak

Agus Mughni | Kamis, 06/08/2026 13:15 WIB



penelitian terbaru justru menemukan hasil yang berbeda. Orang yang minum lebih banyak air saat makan ternyata cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak Ilustrasi meminum air putih (Foto: Earth)

Jakarta, Jurnas.com - Minum air putih saat makan selama ini kerap dipercaya membantu mengurangi porsi makan karena membuat perut terasa kenyang lebih cepat. Namun, penelitian terbaru justru menemukan hasil yang berbeda. Orang yang minum lebih banyak air saat makan ternyata cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak.

Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dilakukan Paige Cunningham dari Cornell University bersama John Hayes dari Penn State. Keduanya menganalisis rekaman video 86 orang dewasa yang sedang makan siang untuk melihat hubungan antara konsumsi air dan jumlah makanan yang dihabiskan.

Dikutip dari Earth, hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang minum lebih banyak air juga mengonsumsi makanan lebih banyak dibandingkan peserta lainnya.

Baca juga :
Tidak Sempurna Iman Seseorang Jika Belum Memiliki Sikap Ini

Dalam penelitian tersebut, setiap tambahan sekitar 100 gram air yang diminum saat makan berkaitan dengan peningkatan konsumsi makanan sekitar 39 gram atau setara hampir 49 kalori.

Menurut Cunningham, ada beberapa kemungkinan penyebabnya. Air diduga membantu melumasi makanan sehingga proses makan menjadi lebih mudah. Air juga dapat mencegah mulut terasa kering sehingga makanan tetap terasa nikmat lebih lama.

Baca juga :
Menkeu: Presiden Perintahkan Stimulus Antisipasi Dampak El Nino Disiapkan

"Air memang cepat keluar dari lambung sehingga rasa kenyang yang ditimbulkannya tidak bertahan lama," ujar Cunningham.

Penelitian ini menggunakan data dari dua eksperimen sebelumnya yang melibatkan 86 orang dewasa. Sebanyak 52 peserta menyantap beef chili, sedangkan 34 lainnya mengonsumsi chicken tikka masala.

Baca juga :
Menaker: ASN Kemnaker Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

Setiap peserta menjalani dua kali sesi makan sehingga peneliti menganalisis total 172 rekaman makan siang.

Seluruh peserta memperoleh porsi makanan yang sama, sekitar 650 gram, serta hampir dua gelas air. Mereka bebas menentukan berapa banyak makanan maupun air yang dikonsumsi.

Peneliti kemudian menghitung setiap tegukan air, ukuran tegukan, kecepatan minum, hingga seberapa sering peserta bergantian antara menyuap makanan dan meminum air.

Penelitian juga menemukan bahwa semakin sering seseorang bergantian antara menyuap makanan dan meminum air, semakin banyak makanan yang dikonsumsi.

Menurut Cunningham dan Hayes, kebiasaan tersebut kemungkinan membuat makanan kembali terasa menarik sehingga keinginan makan bertahan lebih lama.

Normalnya, kenikmatan makanan akan berkurang setelah berkali-kali disuap. Namun, jeda berupa minum air diduga menghambat proses tersebut sehingga seseorang terdorong untuk terus makan.

Salah satu temuan yang paling mengejutkan adalah peserta yang menghabiskan air lebih cepat justru cenderung makan lebih sedikit.

Peneliti mengaku belum mengetahui penyebab pasti hubungan tersebut. Kemungkinan, cara minum yang berbeda memengaruhi pola makan, atau durasi makan yang lebih lama ikut memengaruhi hasil penelitian.

Temuan ini masih memerlukan penelitian lanjutan untuk memastikan hubungan sebab akibat.

Peneliti juga menguji apakah air dapat menghilangkan efek makanan pedas yang biasanya membuat orang makan lebih lambat.

Hasilnya menunjukkan makanan pedas tetap memperlambat kecepatan makan, meskipun peserta minum air lebih banyak. Artinya, air tidak menghilangkan pengaruh rasa pedas terhadap pola makan.

Peneliti menegaskan studi ini hanya menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi air dan jumlah makanan yang dimakan, bukan membuktikan bahwa air menyebabkan seseorang makan lebih banyak.

Bisa saja orang yang memang makan lebih banyak otomatis membutuhkan lebih banyak air.

Selain itu, penelitian hanya menggunakan dua jenis menu di lingkungan laboratorium sehingga hasilnya belum tentu berlaku untuk semua jenis makanan atau kebiasaan makan sehari-hari. (*)

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Appetite.

Sumber: Earth

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Minum Saat Makan Konsumsi Makanan

Terkini | Kamis, 06/08/2026 14:06 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777