https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Presiden Microsoft Serukan Skema Rem Darurat untuk AI

Mutiul Alim | Selasa, 13/10/2026 16:00 WIB



Presiden Microsoft, Brad Smith, menyerukan pembentukan regulasi global yang mendesak untuk kecerdasan artifisial Presiden Microsoft, Brad Smith (Foto: Reuters)

London, Jurnas.com - Presiden Microsoft, Brad Smith, menyerukan pembentukan regulasi global yang mendesak untuk kecerdasan artifisial (AI), dengan melibatkan penilai independen guna menguji setiap perkembangan teknologi baru.

Dalam wawancara dengan BBC pada Senin (12/10) kemarin, Smith memperingatkan bahwa AI saat ini menghadapi standar keselamatan yang jauh lebih longgar dibandingkan produk sehari-hari seperti susu kemasan maupun mesin cuci.

"Saat ini, mesin cuci Anda tunduk pada lebih banyak aturan keselamatan daripada AI. Setiap karton susu yang Anda lihat di toko kelontong diatur oleh peraturan keselamatan dan inspeksi," kata Smith dikutip dari Reuters pada Selasa (13/10).

Baca juga :
IMF Sebut Kemajuan AI Bakal Picu "Kiamat" Lapangan Kerja

Pernyataan Smith mengemuka seiring langkah perusahaan teknologi seperti OpenAI dan Anthropic yang mulai mengungkap perilaku tidak diinginkan dari agen AI, di tengah peringatan peneliti mengenai potensi ancaman eksistensial bagi umat manusia.

Kendati beberapa pihak menyerukan perlambatan laju pengembangan AI, seruan tersebut memicu perdebatan mengenai adanya motif tersembunyi perusahaan untuk mempertahankan keunggulan pasar atau meredam laju belanja modal yang terlampau tinggi.

Baca juga :
Agen AI Buatan AS dan China Terbukti Bisa Tipu Pengguna

Smith menilai Inggris berada di posisi paling strategis untuk memimpin perumusan regulasi AI global melalui AI Security Institute, yang dibentuk pada masa kepemimpinan mantan Perdana Menteri Rishi Sunak.

Menurutnya, para pejabat di Washington memandang pendekatan London secara berbeda dibandingkan pendekatan Brussels yang menerapkan regulasi berbasis tingkat risiko melalui EU AI Act.

Baca juga :
Eks Karyawan OpenAI Bongkar Borok Sistem Canggih AI

Institut keamanan di Inggris saat ini memiliki akses pra-peluncuran (pre-deployment access) melalui kesepakatan sukarela dengan para pengembang model AI utama untuk mengevaluasi kapabilitas dan risiko sistem sebelum diluncurkan.

Kendati demikian, Menteri AI Inggris Kanishka Narayan menegaskan bahwa pemerintah Inggris akan mempertimbangkan regulasi mengikat bagi model-model canggih jika sistem sukarela yang berjalan saat ini terbukti tidak mencukupi.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Presiden Microsoft Brad Smith Standar Keselamatan AI Bahaya AI

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777