https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Dirjen Saintek Minta Jajaran Jaga Integritas dan Hindari Suap

Muhammad Habib Saifullah | Selasa, 13/10/2026 14:05 WIB



Dirjen Saintek Ahmad Najib Burhani mengatakan, pencanangan zona integritas merupakan upaya benteng moral agar seluruh jajaran tetap berada di koridor yang benar Direktur Jenderal Dirjen Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek), Ahmad Najib Burhani dalam Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di Lingkungan Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Foto: Habib/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi (Ditjen Saintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memperkuat komitmennya dalam menjaga integritas lembaga.

Langkah ini diwujudkan melalui program Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di lingkungan Ditjen Saintek

Direktur Jenderal (Dirjen) Saintek, Ahmad Najib Burhani mengatakan bahwa langkah ini diambil guna memperkuat komitmen pelayanan publik sekaligus menjaga transparansi pengelolaan program-program strategis nasional.

Baca juga :
Kemdiktisaintek Sebut Inovasi Sains Harus Jawab Kebutuhan Masyarakat

"Kita berusaha untuk menjaga integritas dan melakukan pelayanan kepada masyarakat. Banyak hal dari tugas-tugas kita itu berhubungan langsung dengan masyarakat," ujar Najib saat ditemui di Gedung Kemendiktisaintek, pada Selasa (13/10).

Najib, begitu ia disapa, mengungkapkan bahwa pencanangan zona integritas serta penandatanganan pakta integritas merupakan upaya benteng moral agar seluruh jajaran tetap berada di koridor hukum dan etika yang benar.

Baca juga :
Ada 4.000 Lebih Kampus di Indonesia, Tapi Kenapa Banyak yang Tak Dikenal?

Ia pun menyoroti sejumlah sektor vital yang memiliki tantangan dan risiko tinggi dalam tata kelola Ditjen Saintek.

Salah satu sektor utama yang menjadi perhatian serius ialah pembangunan Sekolah Garuda. Menurutnya, program ini mengelola alokasi anggaran bernilai sangat besar di kementerian.

Baca juga :
Binus dan Kemendiktisaintek Kolaborasi Perkuat Kompetensi Humas Kampus

"Membangun Sekolah Garuda itu nilainya sangat tinggi, satu sekolah bisa 230 lebih yaitu miliar," kata Najib

Meski mengelola dana bernilai fantastis, Najib memastikan pelaksanaan proyek tersebut hingga kini berjalan secara transparan dan akuntabel.

"Jadi di dalam pembangunan itu alhamdulillah sampai saat ini yang bisa kita lihat itu tidak ada yang namanya suap dan sebagainya. Alhamdulillah kita bisa menjalankan dengan menghindari hal-hal yang tidak benar," ujarnya.

Selain proyek pembangunan fisik Sekolah Garuda, sektor lain yang menjadi fokus pengawasan ketat Ditjen Saintek adalah tata kelola dan akreditasi jurnal ilmiah nasional.

Pengawasan akreditasi ini dinilai sangat krusial guna menjaga marwah dan kualitas publikasi ilmiah Indonesia dari praktik-praktik tidak terpuji.

"Termasuk kemudian yang kita tangani adalah akreditasi jurnal untuk menjaga agar produksi pengetahuan kita itu tidak terjebak pada predatori dan sebagainya," kata Najib.

Najib menekankan bahwa besarnya tantangan dalam pengelolaan program dan pelayanan publik menuntut integritas konsisten dari seluruh jajaran. Poin-poin dalam pakta integritas diharapkan menjadi pengingat agar seluruh pegawai tidak tergelincir pada tindakan yang melanggar aturan.

"Nah, itu semuanya dimulai dari kita. Kita mengingatkan kembali dengan pakta integritas ini agar kita tetap ingat bahwa kita tidak boleh melanggar hal-hal yang semestinya tidak kita lakukan," ujarnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemendiktisaintek RI Ahmad Najib Burhani Zona Integritas

Terkini | Selasa, 13/10/2026 15:08 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777