https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Arab Saudi Disebut Tolak Tawaran Israel Ikut Perangi Houthi, Ini Alasannya

Agus Mughni | Selasa, 13/10/2026 11:03 WIB



Arab Saudi dilaporkan menolak tawaran Israel untuk bergabung dalam operasi militer melawan kelompok Houthi di Yaman Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman (Foto: Handout via REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Arab Saudi dilaporkan menolak tawaran Israel untuk bergabung dalam operasi militer melawan kelompok Houthi di Yaman.

Menurut laporan surat kabar Israel, Haaretz, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman tidak tertarik menerima bantuan militer Israel karena khawatir kerja sama tersebut memicu reaksi negatif dari masyarakat Saudi.

Laporan yang terbit pada Senin itu menyebut Israel berupaya mendapatkan persetujuan Riyadh melalui mediasi Amerika Serikat. Seorang sumber diplomatik yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Haaretz bahwa Mohammed bin Salman menolak gagasan tersebut karena mempertimbangkan dampak politik di dalam negeri.

Baca juga :
Apa Alasan Milisi Houthi Menyerang Arab Saudi?

Sumber lain yang mengetahui persoalan itu menyebut Israel berharap keterlibatan militer bersama dapat mempererat hubungan bilateral dengan Arab Saudi dan membuka jalan menuju kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada tanggapan langsung dari otoritas Arab Saudi. Dengan demikian, informasi mengenai penolakan itu masih merujuk pada laporan media Israel dan sumber-sumber anonim yang dikutipnya.

Baca juga :
Perjalanan Panjang Sejarah Kelompok Milisi Houthi

Arab Saudi dan Israel hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Riyadh juga secara konsisten menyatakan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel bergantung pada penyelesaian persoalan Palestina, termasuk pembentukan negara Palestina.

Posisi tersebut menjadi faktor penting dalam membaca laporan mengenai upaya Israel memperoleh dukungan militer Arab Saudi untuk menghadapi Houthi. Meski kedua negara sama-sama menghadapi dinamika keamanan di kawasan, kerja sama militer tidak otomatis berarti terbukanya jalan menuju hubungan diplomatik.

Baca juga :
Serangan di Riyadh, Iman Sukri Desak Pemerintah Pastikan Keselamatan WNI

Menurut sumber yang dikutip Haaretz, Israel memandang kemungkinan kerja sama tersebut sebagai peluang untuk memperkuat hubungan dengan Riyadh. Namun, kekhawatiran terhadap reaksi masyarakat Saudi disebut menjadi salah satu pertimbangan utama di pihak putra mahkota.

Laporan itu tidak merinci bentuk bantuan militer yang ditawarkan Israel maupun tahapan mediasi Amerika Serikat. Belum ada pula keterangan resmi yang mengonfirmasi bahwa pembicaraan tersebut menghasilkan kesepakatan atau keputusan bersama.

Laporan mengenai tawaran Israel muncul ketika serangan Houthi terhadap Arab Saudi dilaporkan meningkat, termasuk serangan berulang terhadap bandara yang menyebabkan korban jiwa dan mengganggu penerbangan.

Menurut laporan tersebut, serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada Sabtu menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Pada Minggu, bandara yang sama kembali menjadi sasaran serangan. Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi menyatakan insiden kedua menewaskan seorang warga Pakistan yang tinggal di Arab Saudi dan melukai 11 orang lainnya.

Rangkaian serangan tersebut menambah tekanan keamanan terhadap Arab Saudi sekaligus memperbesar risiko gangguan terhadap penerbangan dan aktivitas masyarakat. Namun, laporan mengenai upaya Israel menawarkan bantuan militer tetap perlu dibedakan dari konfirmasi resmi mengenai langkah yang akan diambil Riyadh.

Eskalasi terbaru disebut mulai meningkat pada Juli, setelah periode relatif tenang menyusul berlakunya gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada April 2022.

Yaman telah dilanda perang sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014. Pada Maret 2015, koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.

Konflik yang berlangsung selama bertahun-tahun itu melibatkan berbagai kepentingan regional dan meninggalkan persoalan keamanan yang berkepanjangan. Serangan Houthi terhadap wilayah Arab Saudi kembali menempatkan konflik Yaman sebagai salah satu sumber ketegangan di Timur Tengah. (*)

Sumber: Anadolu

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Arab Saudi Tawaran Israel Kelompok Houthi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777